MANGGARAI (NTT), Seputarperistiwanews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) terus memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Setelah menyusuri sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Reok dan Reok Barat, tim kesehatan PMI bergerak menjangkau wilayah yang masih membutuhkan pelayanan medis.
Di tengah guncangan gempa susulan yang masih terjadi, sebanyak 94 warga terdampak gempa di Dusun Wotok, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, mendapatkan layanan kesehatan dari tim medis PMI.
Pelayanan tersebut menyasar masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari orang dewasa, anak-anak hingga balita. Tim medis juga turut memberikan pelayanan di posko pengungsian Golo Conggo guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian tetap terpantau.
Dari hasil pemeriksaan, sejumlah keluhan dan kondisi kesehatan ditemukan pada masyarakat, di antaranya hipertensi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), observasi febris, dermatitis, gastritis, migrain, asam urat, dan diabetes melitus (DM).
Layanan kesehatan dilakukan secara mobile dengan melibatkan satu orang dokter dan tiga orang perawat. Tim bergerak ke sejumlah lokasi berdasarkan kebutuhan masyarakat serta informasi yang dihimpun dari pemerintah desa dan relawan yang berada di lapangan.
PMI memastikan layanan kesehatan akan terus dilanjutkan ke desa-desa yang membutuhkan. Data dan laporan dari pemerintah desa serta relawan menjadi salah satu dasar bagi tim dalam menentukan wilayah yang perlu mendapatkan layanan kesehatan.
Pelayanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat terdampak gempa memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis secara langsung, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah yang terdampak bencana.
Kegiatan pelayanan kesehatan di Desa Riung berlangsung hingga sore hari dan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.
PMI terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan. (Hafiidh)


