Manggarai, Seputarperistiwanews.com — Gempa susulan kembali mengguncang daratan Flores pada Kamis (20/8). Kondisi tersebut membuat jumlah warga yang memilih mengungsi ke Camp Pengungsian Golo Conggo, Desa Ruis, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat.
Sejak dini hari hingga pukul 14.00 WITA, BMKG mencatat sebanyak 3.762 kali gempa susulan. Gempa tercatat dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1, sementara gempa dengan magnitudo di atas 5,0 juga masih terjadi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 gempa dirasakan oleh masyarakat.
Meski aktivitas gempa masih berlangsung, grafik peluruhan mulai menunjukkan pola penurunan. Gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung dalam kurun waktu sekitar tiga hingga empat minggu.
Meningkatnya jumlah warga di lokasi pengungsian membuat kebutuhan akan data yang akurat menjadi semakin penting. PMI Kabupaten Manggarai kemudian melakukan pendataan ulang terhadap warga yang berada di area Camp Pengungsian Golo Conggo.
Pendataan ini dilakukan untuk memastikan setiap warga tercatat dengan baik sekaligus mencegah terjadinya pendobelan data. Data yang akurat diharapkan dapat membantu proses pelayanan dan pemenuhan kebutuhan warga selama berada di pengungsian.
Dalam pelaksanaannya, PMI mendata warga yang menempati tenda di dalam area lapangan Golo Conggo. Sementara itu, tenda-tenda yang berada di luar area lapangan didata oleh Pemerintah Desa Ruis.
Tak hanya melakukan pendataan, tim PMI Kabupaten Manggarai juga memberikan nomor pada setiap tenda pengungsian. Penomoran tersebut menjadi bagian penting untuk memudahkan identifikasi warga serta memperlancar proses pendistribusian logistik dan berbagai kebutuhan lainnya.
Di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya pulih, PMI Kabupaten Manggarai terus berada di lokasi untuk memastikan warga mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
Hingga Kamis sore, PMI masih bersiaga di Posko Pengungsian Golo Conggo, Desa Ruis, bersama unsur pemerintah dan pihak terkait lainnya, memberikan pelayanan sekaligus memantau perkembangan kondisi warga terdampak gempa. (Hafiidh)

