Pasuruan, Seputarperistiwanews.com – Transformasi UMKM menjadi fokus utama dalam kegiatan pelatihan digital marketing yang digelar di Pendopo Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan kolaborasi antara Pemerintah Desa Pandean, mahasiswa KKN Kelompok 92 UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, pelaku usaha mikro, serta mitra dunia usaha guna mendorong pelaku UMKM lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Pelatihan dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti puluhan peserta dari kalangan pelaku UMKM Desa Pandean. Hadir sebagai narasumber Direktur CV Jofa Maju Bersama, Faris Darmawan. Turut hadir Kepala Desa Pandean Abdul Karim beserta perangkat desa, Ketua BPD Agus Halim, perwakilan Karang Taruna Sibro, Ketua KKN Kelompok 92 UINSA Masgun Arifin, serta peserta pelatihan digital marketing.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai nasionalisme. Setelah itu, Ketua KKN Kelompok 92 UINSA, Masgun Arifin, menyampaikan laporan sekaligus tujuan pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Masgun Arifin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Pandean yang telah berpartisipasi aktif dalam pelatihan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pandean yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Menurut Masgun Arifin, digital marketing menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku UMKM di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital. Ia berharap pelatihan tersebut mampu memberikan wawasan baru sekaligus meningkatkan kemampuan peserta dalam memasarkan produk secara lebih luas.
Kepala Desa Pandean, Abdul Karim, juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 92 UINSA yang telah menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan digital marketing. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Ia berharap masyarakat Desa Pandean semakin memahami pentingnya memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk UMKM. Dengan kemampuan tersebut, pelaku usaha di desa diharapkan mampu memperluas pasar serta meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan.
Materi Digital Marketing dan Praktik Media Sosial. Pada sesi utama, Faris Darmawan memberikan materi mengenai strategi pemasaran digital yang relevan dengan kondisi UMKM saat ini. Ia menjelaskan berbagai teknik memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif, mulai dari penyusunan konten, pengambilan foto produk, hingga membangun identitas merek yang menarik.
Selain itu, Faris memperkenalkan beberapa aplikasi sederhana yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk mengedit foto maupun membuat materi promosi secara mandiri. Menurutnya, tampilan visual yang menarik memiliki peran penting dalam meningkatkan minat calon pembeli di berbagai platform digital.
Ia juga memberikan contoh strategi agar produk lebih mudah dikenal masyarakat melalui konten kreatif yang konsisten. Dengan memanfaatkan media sosial secara tepat, peluang produk menjadi lebih dikenal bahkan menjangkau pasar yang lebih luas akan semakin terbuka.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif ketika peserta memanfaatkan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai cara mengelola media sosial, meningkatkan penjualan secara daring, hingga membuat promosi yang efektif. Untuk menambah antusiasme peserta, narasumber juga menyediakan doorprize bagi peserta yang aktif berdiskusi.
Harapan Bersama untuk Kemajuan Ekonomi Desa. Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua BPD Agus Halim. Dalam doanya, ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata sehingga mampu meningkatkan kualitas pemasaran dan penjualan produk UMKM Desa Pandean.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, mulai dari mahasiswa KKN Kelompok 92 UINSA Surabaya, Pemerintah Desa Pandean, CV Jofa Maju Bersama, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), hingga seluruh masyarakat yang berpartisipasi.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat, pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi UMKM berbasis digital. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produknya, tetapi juga memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan.
Keberhasilan transformasi digital UMKM akan bergantung pada konsistensi pelaku usaha dalam menerapkan ilmu yang diperoleh serta menjaga semangat kolaborasi untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.(Basir)



