Pasuruan, Seputarperistiwanews.com – Komitmen terhadap pelayanan kesehatan tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan medis, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan. Semangat itulah yang kembali ditunjukkan Rumah Sakit Islam (RSI) Masyithoh Bangil bersama UDD PMI Kabupaten Pasuruan melalui kegiatan donor darah yang digelar pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun ini berhasil menghimpun 80 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Ketua Yayasan RSI Masyithoh Bangil, Hj. Ratna Muniroh Hanum, mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk bakti sosial rumah sakit kepada masyarakat. Menurutnya, setiap tetes darah yang didonorkan memiliki arti besar bagi pasien yang sedang membutuhkan transfusi darah.
"Kami merasa bahagia dapat menjadi bagian dari kegiatan donor darah ini karena dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini kami laksanakan dua kali dalam setahun sebagai bentuk bakti sosial. Kami berharap para pendonor selalu diberikan kesehatan dan semakin banyak masyarakat Kabupaten Pasuruan yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela," ujarnya.
Direktur RSI Masyithoh Bangil, dr. Handayanto, menegaskan bahwa rumah sakit akan terus mendukung kegiatan donor darah sebagai bagian dari komitmen sosial dan pelayanan kemanusiaan.
"Kami telah lama bekerja sama dengan UDD PMI Kabupaten Pasuruan dan berharap kegiatan ini terus berkembang dengan semakin banyak pendonor yang berpartisipasi. Darah merupakan kebutuhan yang tidak dapat digantikan oleh apa pun, sehingga setiap pendonor memiliki peran yang sangat berarti dalam menyelamatkan kehidupan orang lain," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas UDD PMI Kabupaten Pasuruan atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim UDD PMI Kabupaten Pasuruan atas pelayanan yang profesional dan penuh dedikasi. Semoga sinergi ini terus terjalin dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya.
Semangat berbagi juga datang dari Anisa Alivia Az-Zahra, warga Kauman, Bangil, yang untuk pertama kalinya mengikuti donor darah. Ia mengaku terdorong untuk menjadi pendonor karena ingin membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
"Ini pertama kalinya saya donor darah. Motivasi saya ingin membantu pasien yang membutuhkan darah. Buat teman-teman yang masih ragu, jangan takut karena menurut saya donor darah tidak sesakit yang dibayangkan. Justru rasanya senang karena bisa berbagi dengan sesama," tuturnya.
Keberhasilan menghimpun 80 kantong darah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara RSI Masyithoh Bangil, UDD PMI Kabupaten Pasuruan, para tenaga kesehatan, karyawan, dan masyarakat mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.
UDD PMI Kabupaten Pasuruan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berharap semangat donor darah terus tumbuh di berbagai instansi, komunitas, maupun masyarakat luas. Sebab, setiap kantong darah yang didonorkan bukan sekadar angka, melainkan harapan hidup bagi mereka yang sedang berjuang. (Hafiidh)



