Pasuruan, Seputarperistiwanews.com – Berawal dari upaya membantu memenuhi kebutuhan darah di masa pandemi COVID-19, kegiatan donor darah yang digagas Puskesmas Purwosari bersama UDD PMI Kabupaten Pasuruan kini telah berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Pada kegiatan yang digelar Jumat (11/7/2026) ini, berhasil terkumpul 25 kantong darah yang akan digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan pasien di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Koordinator Donor Darah Puskesmas Purwosari, Yuni Maftokah, mengungkapkan bahwa program donor darah mulai dilaksanakan pada tahun 2020 saat stok darah PMI mengalami penurunan akibat pandemi. Untuk memudahkan masyarakat, layanan donor darah kemudian dihadirkan langsung di Puskesmas Purwosari.
"Program donor darah ini kami mulai pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19. Waktu itu stok darah di PMI sangat menipis, sehingga kami membuka layanan donor darah di puskesmas agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat baik hingga akhirnya kegiatan ini kami laksanakan secara rutin setiap tiga bulan," ujar Yuni.
Menurutnya, seiring berjalannya waktu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah terus meningkat. Bahkan, beberapa desa kini mulai berinisiatif menyelenggarakan kegiatan donor darah secara mandiri di wilayahnya masing-masing.
"Harapan kami, kegiatan donor darah ini terus berjalan karena setetes darah yang kita donorkan dapat memberikan kehidupan bagi orang lain. Donor darah juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan," tambahnya.
Semangat tersebut juga dirasakan Masrifah, Ketua Kader Desa Sengon Agung yang kini rutin menjadi pendonor. Ia mengaku awalnya takut dengan jarum suntik, namun berkat dorongan tenaga kesehatan, kini donor darah telah menjadi bagian dari rutinitasnya.
"Awalnya saya takut jarum suntik, tetapi setelah mencoba donor darah ternyata badan terasa lebih ringan dan segar. Sekarang saya rutin donor dan selalu mengajak teman-teman kader melalui grup WhatsApp maupun secara langsung agar ikut donor darah. Selain membantu orang lain, donor darah juga membuat kita lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri," tuturnya.
UDD PMI Kabupaten Pasuruan mengapresiasi konsistensi Puskesmas Purwosari yang selama lima tahun terakhir terus menjadi mitra dalam menggerakkan donor darah sukarela. Sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok darah sekaligus menumbuhkan budaya saling peduli di tengah masyarakat.
Meski pada kegiatan kali ini terkumpul 25 kantong darah, setiap kantong darah memiliki arti yang sangat besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi. UDD PMI Kabupaten Pasuruan berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor sukarela, sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Pasuruan dapat terus terpenuhi.
"Setetes darah bukan sekadar donor, tetapi harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang untuk hidup." (Hafiidh)


