PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pasuruan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 92 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai Desa Krajan, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kamis (16/7)
Mengusung tema "Transformasi UMKM Melalui Inovasi, Kolaborasi, dan Digitalisasi", kegiatan ini menjadi langkah nyata sinergi antara organisasi pengusaha dan perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Pandean Abdul Karim, jajaran BPC HIPMI Kabupaten Pasuruan, mahasiswa KKN 92 UINSA, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta Direktur CV JMB (Jofa Maju Bersama) sebagai mitra kolaborasi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ketua Bidang IV BPC HIPMI Kabupaten Pasuruan, Faris Darmawan, S.T., selaku narasumber menegaskan bahwa digitalisasi telah mengubah pola perdagangan sekaligus perilaku konsumen. Karena itu, pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
"Di era digital saat ini, pelaku usaha mikro maupun makro akan memperoleh manfaat yang jauh lebih besar melalui digitalisasi. Selain memperkenalkan produk kepada masyarakat luas, digital marketing juga membuka peluang memperluas pemasaran hingga mendapatkan pasar baru," ujar Faris.
Menurutnya, penguasaan media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital kini menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha agar tidak tertinggal dalam persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
Tidak hanya menyampaikan materi, HIPMI bersama mahasiswa KKN 92 UINSA juga memberikan pendampingan praktik kepada peserta, mulai dari pembuatan akun digital, strategi membangun identitas merek (branding), hingga teknik menyusun konten promosi yang efektif sebagai langkah awal memasarkan produk secara online.
Materi lanjutan disampaikan Masgun Arifin yang menjelaskan pentingnya penguasaan teknologi digital dalam mendukung pemasaran UMKM. Ia menekankan bahwa transformasi digital bukan sekedar hadir di media sosial, melainkan membangun sistem pemasaran yang mampu meningkatkan nilai tambah dan memperluas jangkauan pasar.
"Tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan UMKM yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing melalui pendampingan berbasis kolaborasi serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," tegas Masgun.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para pelaku UMKM aktif berdiskusi mengenai strategi pemasaran digital, optimalisasi media sosial, hingga peluang memanfaatkan marketplace sebagai sarana memperluas jaringan pemasaran produk lokal.
Melalui Bimtek ini, BPC HIPMI Kabupaten Pasuruan dan mahasiswa KKN 92 UINSA berharap lahir semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen pengembangan usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya UMKM yang lebih inovatif, adaptif, dan berdaya saing sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat desa hingga menembus pasar yang lebih luas. (ARYA)



