SMP Negeri 2 Baureno Tanamkan Nilai Integritas Melalui Penyuluhan Anti Korupsi pada Kegiatan MPLS

Bojonegoro - Baureno, Seputarperistiwanews.com  – Dalam rangka membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, Senin 20 Juli 2026 SMP Negeri 2 Baureno, Kabupaten Bojonegoro, menggelar Penyuluhan dan Edukasi Anti Korupsi kepada 63 peserta didik baru kelas VII. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai upaya menanamkan budaya jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

Penyuluhan disampaikan oleh Choyr Sudarmono, S.Pd., Gr., salah satu Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Melalui kegiatan ini, para peserta didik diajak memahami pentingnya pendidikan antikorupsi sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berintegritas.

Dalam materinya, Choyr Sudarmono menjelaskan bahwa korupsi tidak hanya berkaitan dengan penyalahgunaan jabatan atau keuangan negara, tetapi juga dapat berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang bertentangan dengan nilai kejujuran, seperti menyontek, berbohong, tidak disiplin, serta mengabaikan tanggung jawab. Oleh karena itu, sikap antikorupsi harus dibangun sejak usia sekolah melalui pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMP Negeri 2 Baureno, Nur Khamid, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penyuluhan ini. Menurutnya, pendidikan antikorupsi menjadi bagian penting dalam penguatan karakter peserta didik agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki moral dan integritas yang kuat.

"Kami berharap nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan keberanian yang disampaikan dalam penyuluhan ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh peserta didik dalam kehidupan di sekolah maupun di tengah masyarakat," ungkap Nur Khamid, S.Pd.

Sementara itu salah satu guru " Kuswanto, S.Pd. berharap agar kedepannya manjauhi perilaku koruptif sedini mungkin. 

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Antusiasme para peserta didik terlihat dari banyaknya pertanyaan dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan pendekatan yang komunikatif, diharapkan para siswa mampu memahami bahwa pemberantasan korupsi dimulai dari diri sendiri melalui perilaku yang jujur dan bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi antara Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, dan SMP Negeri 2 Baureno, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki integritas tinggi, berkarakter luhur, serta mampu menjadi pelopor budaya antikorupsi demi terwujudnya Indonesia yang bersih, adil, dan bebas dari korupsi. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama