Penyuluhan Anti Korupsi Tanamkan Integritas Sejak Dini kepada Peserta Didik Baru SMP Negeri 1 Kepohbaru Bojonegoro

Bojonegoro, Seputarperistiwanews.com – Dalam rangka membentuk generasi yang berkarakter, jujur, dan berintegritas, SMP Negeri 1 Kepohbaru Bojonegoro menggelar kegiatan Penyuluhan dan Edukasi Anti Korupsi 18 Juli 2026 bertempat di Aula SMPN 1 Kepohbaru kepada seluruh peserta didik baru kelas VII dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebanyak 115 Peserta didik tahun ajaran 2026/2027.

Kegiatan penyuluhan ini disampaikan oleh Master Choyr Sudarmono, S.Pd., Gr., salah satu Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro, yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten

Bojonegoro. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas dan membangun kesadaran peserta didik mengenai pentingnya mencegah perilaku koruptif sejak usia dini.

Dalam penyampaiannya, Choyr Sudarmono menjelaskan bahwa korupsi tidak hanya berkaitan dengan penyalahgunaan uang negara, tetapi juga berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang bertentangan dengan nilai kejujuran, seperti menyontek, berbohong, tidak disiplin, serta tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Oleh karena itu, pendidikan antikorupsi perlu dikenalkan sejak dini agar menjadi budaya positif yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

"Integritas adalah fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Anak-anak harus dibiasakan untuk jujur, disiplin, bertanggung jawab, berani berkata benar, serta menghargai hak orang lain. Jika nilai-nilai tersebut ditanamkan sejak sekolah, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu menolak segala bentuk korupsi," ungkap Choyr Sudarmono.

Para peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan memahami bahwa pencegahan korupsi dimulai dari perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Kepala SMP Negeri 1 Kepohbaru Sutardani, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, penyuluhan antikorupsi menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter selama MPLS sehingga peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang harus diterapkan selama menempuh pendidikan.

Khoirinnisa, S.Pd salah satu guru dan sebagai Waka Kurikulum SMPN 1 Kepohbaru menyatakan harapan akan adanya perbaikan karakteristik anak yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga mereka melakukan nilai kebaikan dengan kesadaran dan istiqomah dalam segala hal. 

Melalui kolaborasi antara Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Kabupaten Bojonegoro dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki integritas tinggi, menjunjung nilai kejujuran, serta menjadi pelopor budaya antikorupsi demi mewujudkan Indonesia yang bersih, berkeadilan, dan bebas dari korupsi. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama