Merangkai Mimpi Lewat Kata, Langkah Pertama Keluarga Jurnalistik MTsN 2 Pasuruan

Pasuruan, Seputarperistiwanews.com - Ruangan itu dipenuhi wajah-wajah penuh rasa penasaran. Ada yang datang dengan senyum malu-malu, ada pula yang tampak antusias menyapa teman baru. Mereka berasal dari kelas VII, VIII, hingga IX, namun siang itu mereka dipertemukan oleh satu kesamaan: keinginan untuk belajar bercerita melalui jurnalistik.

Pertemuan perdana Ekstrakurikuler Jurnalistik MTsN 2 Pasuruan bukan sekadar agenda pembukaan. Hari itu menjadi awal dari sebuah perjalanan, ketika setiap anggota mulai mengenal satu sama lain dan membangun mimpi bersama.

Satu per satu peserta memperkenalkan diri. Di balik penyebutan nama dan kelas, tersimpan beragam harapan. Ada yang ingin belajar menulis berita agar karyanya bisa dibaca banyak orang. Ada yang bercita-cita menjadi fotografer yang mampu mengabadikan setiap momen berharga di madrasah. Tak sedikit pula yang berharap jurnalistik menjadi tempat untuk melatih rasa percaya diri, belajar berbicara, dan berani menyampaikan gagasan.

Perkenalan sederhana itu perlahan mencairkan suasana. Tawa kecil dan tepuk tangan saling menyambut setiap cerita. Dari yang semula belum saling mengenal, kini mulai tumbuh rasa kebersamaan. Mereka sadar bahwa jurnalistik bukan tentang siapa yang paling pandai menulis, melainkan tentang kemauan untuk terus belajar, mengamati, mendengar, dan menyampaikan cerita yang bermanfaat.

Di ekstrakurikuler ini, setiap sudut madrasah bisa menjadi inspirasi. Setiap kegiatan dapat berubah menjadi cerita, dan setiap anggota memiliki kesempatan menjadi penyampai informasi yang jujur, kreatif, serta penuh makna.


Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik MTsN 2 Pasuruan, Ema, berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter.

"Saya berharap ekstrakurikuler jurnalistik dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi, komunikasi, dan kreativitas. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang kritis, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang positif dan bermanfaat," tutur Ema.

Pertemuan pertama mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi semangat yang tumbuh di dalamnya diharapkan menjadi bekal untuk perjalanan yang panjang. Dari ruangan sederhana itu, bukan tidak mungkin akan lahir para penulis, fotografer, videografer, maupun jurnalis muda yang mampu menginspirasi banyak orang.

Karena setiap berita yang baik selalu diawali oleh rasa ingin tahu, dan setiap karya besar selalu dimulai dari sebuah langkah pertama. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama