PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – Di tengah dorongan transformasi ekonomi berbasis kreativitas dan keberlanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan daur ulang kain perca bagi ibu-ibu PKK Desa Kedungringin. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (11/7/2026) pukul 09.00 WIB itu menjadi langkah nyata membangun keterampilan produktif sekaligus membuka peluang usaha kreatif dari limbah tekstil yang bernilai ekonomi.
Meski baru dipublikasikan sebagai latepost, kegiatan tersebut menjadi salah satu program unggulan KKN Universitas Negeri Malang dalam mendorong kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran terhadap pengelolaan limbah tekstil menjadi produk bernilai ekonomi.
Sebanyak 15 anggota PKK mengikuti pelatihan yang memadukan penyampaian materi dan praktik langsung mengolah kain perca menjadi berbagai kerajinan fungsional. Peserta dibimbing mulai dari teknik memilih bahan, proses pengolahan, hingga pembuatan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai perlengkapan rumah tangga maupun dipasarkan sebagai produk kerajinan kreatif.
Koordinator KKN Universitas Negeri Malang, Yoga, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kreativitas masyarakat sekaligus membuka peluang lahirnya usaha mikro berbasis keterampilan.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong kreativitas ibu-ibu PKK dalam mengolah limbah kain menjadi produk yang bernilai. Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi ibu-ibu PKK untuk terus berinovasi dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar secara berkelanjutan," ujar Yoga.
Kepala Desa Kedungringin, Riski Wahyuni, memberikan apresiasi atas kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan yang aplikatif dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi keluarga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang atas kontribusinya kepada masyarakat Desa Kedungringin. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena mampu meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK sekaligus membuka peluang usaha kreatif yang dapat menambah penghasilan keluarga," ungkap Riski Wahyuni.
Pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan pentingnya pemanfaatan limbah sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Melalui inovasi sederhana, kain perca yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat disulap menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.
Program ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya industri rumahan berbasis kerajinan di Desa Kedungringin. Dengan meningkatnya kreativitas dan keterampilan masyarakat, limbah kain perca tidak lagi menjadi sampah, melainkan sumber peluang usaha baru yang mampu memperkuat perekonomian keluarga sekaligus mendukung gerakan pelestarian lingkungan. (Yoga-Reza)

