GMPK Perkuat Sinergi Kemanusiaan, PMI Kabupaten Pasuruan Bekali Relawan Ambulans Teknik Evakuasi Pasien Berstandar

PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (GMPK) Pasuruan Raya memperkuat kualitas pelayanan kegawatdaruratan dengan menggandeng PMI Kabupaten Pasuruan untuk memberikan pelatihan teknik evakuasi pasien kepada relawan ambulans. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Karang Taruna Bima Sakti, Kecamatan Purwosari, Minggu (19/7/2026), menjadi langkah strategis meningkatkan kompetensi relawan sekaligus mempererat sinergi lintas lembaga dalam pelayanan kemanusiaan.

Pelatihan diikuti puluhan relawan ambulans dan dihadiri Ketua GMPK Pasuruan Raya Lilis Johan, Sekjen Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pasuruan Aris Felani, S.Sos., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Muhammad Zaini, S.Pd., perwakilan Kecamatan Purwosari Subhan, S.Sos., Lurah Purwosari Harjo Pranoto, S.Sos., Humas RSNU sekaligus Satkorcab Banser Kosim, serta narasumber dari RSNU, Woko. Kehadiran berbagai unsur pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan tenaga kesehatan mempertegas komitmen bersama dalam membangun sistem penanganan darurat yang profesional.

Narasumber PMI Kabupaten Pasuruan, Rifian Rosandy, menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi korban tidak hanya bergantung pada kecepatan respons, tetapi juga ketepatan prosedur penanganan sejak di lokasi kejadian.

"Relawan harus mampu melakukan penilaian awal terhadap kondisi korban, memastikan lokasi aman, kemudian menentukan metode evakuasi yang sesuai dengan jenis cedera. Prinsip utama adalah jangan sampai tindakan yang dilakukan justru memperparah kondisi korban," tegas Rifian.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi penanganan cedera kepala, leher, dada, tulang belakang, panggul, hingga tungkai. Relawan juga mempraktikkan teknik stabilisasi kepala dan leher, log roll, penggunaan tandu sesuai standar, koordinasi tim, komunikasi kepada pasien, serta teknik mengangkat korban secara aman untuk mencegah cedera lanjutan.

Ketua GMPK Pasuruan Raya, Lilis Johan, mengatakan peningkatan kapasitas relawan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar dalam pelayanan ambulans. Menurutnya, relawan harus terus mengembangkan kemampuan agar mampu memberikan pertolongan sesuai standar medis dan mengutamakan keselamatan pasien.

"Melalui pelatihan berkala bersama PMI dan berbagai mitra, kami ingin mencetak relawan ambulans yang kompeten, disiplin, tangguh, dan profesional. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses evakuasi," ujarnya.

Apresiasi terhadap kiprah GMPK disampaikan Sekjen FPRB Kabupaten Pasuruan, Aris Felani, S.Sos. Ia menilai relawan GMPK telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam berbagai operasi kemanusiaan, termasuk saat membantu penanganan banjir di Kecamatan Rejoso.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua GMPK beserta seluruh relawan yang telah ikut terjun langsung membantu masyarakat saat banjir di Rejoso. FPRB Kabupaten Pasuruan siap bersinergi. Kapan pun tim GMPK membutuhkan dukungan dalam kegiatan kebencanaan maupun kemanusiaan, kami siap membantu," tegas Aris.

Sementara itu, narasumber RSNU, Woko, menekankan pentingnya koordinasi antara relawan ambulans dengan fasilitas pelayanan kesehatan agar proses penanganan pasien berjalan cepat, tepat, dan terintegrasi. Hal senada disampaikan Humas RSNU sekaligus Satkorcab Banser, Kosim, yang mengajak seluruh elemen kemanusiaan memperkuat kolaborasi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya GMPK Pasuruan Raya membangun relawan ambulans yang memiliki kompetensi sesuai standar penanganan kegawatdaruratan. Kolaborasi bersama PMI Kabupaten Pasuruan, FPRB, RSNU, pemerintah daerah, dan berbagai organisasi kemanusiaan diharapkan mampu menghadirkan layanan ambulans yang semakin profesional, responsif, dan mengedepankan keselamatan pasien di Kabupaten Pasuruan. (Bhawell)

Lebih baru Lebih lama