Kenali Golongan Darah Sejak Dini, PMI Kabupaten Pasuruan Periksa 300 Pelajar

PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – Mengetahui golongan darah sejak dini merupakan bagian penting dalam mengenali kondisi kesehatan diri. Informasi ini dapat menjadi bekal saat seseorang membutuhkan pelayanan medis, terutama dalam kondisi darurat yang memerlukan transfusi darah. Pengetahuan tersebut juga membantu anak memahami pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Berangkat dari hal tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan melaksanakan pemeriksaan dan sosialisasi golongan darah bagi 300 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Pasuruan, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menyasar masing-masing 100 siswa di MIN 1 Pasuruan, MIN 2 Pasuruan, dan SDN Gajahbendo.

Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengetahui golongan darah masing-masing sekaligus memperoleh edukasi mengenai manfaat informasi golongan darah dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya PMI Kabupaten Pasuruan memperluas akses edukasi kesehatan bagi pelajar. Sepanjang 2026, PMI Kabupaten Pasuruan menargetkan pemeriksaan golongan darah bagi 5.000 siswa di lingkungan sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Pengurus PMI Kabupaten Pasuruan, A. Syauqil Adib, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan golongan darah gratis ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Bulan Dana PMI untuk mendukung pelayanan kesehatan dan kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat.

“Bulan Dana PMI tidak hanya menjadi sarana untuk menghimpun dana kemanusiaan, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya pemeriksaan golongan darah bagi siswa-siswi di Kabupaten Pasuruan secara gratis,” jelas Syauqil.

Menurutnya, mengetahui golongan darah sejak dini dapat meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya informasi kesehatan. Data tersebut dapat menjadi informasi awal bagi tenaga medis dalam memberikan pelayanan. Namun, apabila dibutuhkan transfusi darah, pemeriksaan dan pencocokan golongan darah tetap harus dilakukan sesuai prosedur medis.

Selain manfaat kesehatan, kegiatan ini menjadi sarana untuk menanamkan nilai kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemanusiaan kepada generasi muda. Melalui edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan tidak hanya mengenal kondisi dirinya, tetapi juga memahami pentingnya membantu orang lain.

Syauqil berharap partisipasi masyarakat melalui Bulan Dana PMI terus meningkat sehingga semakin banyak program pelayanan kesehatan dan kemanusiaan yang dapat menjangkau masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Bagi MIN 1 Pasuruan, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama dalam melaksanakan pemeriksaan golongan darah bersama PMI. Kepala MIN 1 Pasuruan, Abdul Qodir, menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan manfaat langsung bagi siswa sekaligus membantu madrasah memperoleh informasi golongan darah peserta didik.

“Ini baru pertama kali dilaksanakan di MIN 1 Pasuruan. Kami sangat mendukung kegiatan ini karena manfaatnya sangat besar, khususnya bagi siswa. Selain mengenalkan anak-anak pada pentingnya mengetahui golongan darah, pihak madrasah juga lebih mudah mengetahui data golongan darah para siswa,” ungkap Abdul Qodir.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal bagi MIN 1 Pasuruan dalam mengenal kegiatan Palang Merah Remaja (PMR). Menurutnya, manfaat Bulan Dana PMI dapat dirasakan secara langsung melalui pelayanan yang diberikan kepada para siswa, meskipun dana yang dihimpun dari sekolah relatif terbatas.

Abdul Qodir berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung program madrasah, khususnya dalam pendidikan kesehatan dan pembentukan karakter peduli terhadap sesama.

Pengalaman baru dirasakan Asyadda Yuna Prasetya, siswi kelas VI MIN 1 Pasuruan. Ia mengaku sempat terkejut saat menjalani pemeriksaan golongan darah. Namun, rasa khawatirnya berubah menjadi kegembiraan setelah mengetahui bahwa golongan darahnya adalah A positif (A+).

“Aku kaget, tapi juga senang. Waktu ditusuk ternyata tidak sakit. Akhirnya aku tahu golongan darahku A+,” tutur Asyadda.

Ia juga senang mendapatkan kartu golongan darah dengan tampilan menarik yang dapat disimpan sebagai informasi kesehatan hingga dewasa. Baginya, kartu tersebut menjadi pengingat atas pengalaman baru yang diperolehnya di sekolah.

Lebih dari sekedar mengetahui golongan darah, kegiatan itu turut menumbuhkan keinginan Asyadda untuk membantu orang lain pada masa depan. Ia mengaku ingin menjadi pendonor darah ketika sudah dewasa dan memenuhi persyaratan sebagai pendonor.

“Nanti kalau sudah dewasa, aku ingin ikut donor darah supaya bisa membantu orang yang kekurangan atau membutuhkan darah,” katanya.

Keinginan sederhana Asyadda menjadi gambaran bahwa edukasi kesehatan dapat menjadi pintu masuk untuk menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini. Dari mengenal golongan darah sendiri, tumbuh harapan untuk suatu hari dapat membantu orang lain yang membutuhkan.

Melalui program pemeriksaan golongan darah bagi pelajar, PMI Kabupaten Pasuruan berupaya menghadirkan manfaat nyata Bulan Dana PMI sekaligus memperkenalkan pentingnya kesehatan dan kepedulian sosial kepada generasi muda. Sebab, mengenal diri sendiri dapat menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan sesama dan menumbuhkan semangat kemanusiaan. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama