PASURUAN, Seputarperistiwanews.com – Sebanyak 45 anggota baru Palang Merah Remaja (PMR) SMKN Winongan mengikuti orientasi anggota baru pada Jumat–Sabtu, 9–10 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para pelajar untuk mengenal organisasi PMR, memahami nilai-nilai kepalangmerahan, serta mengembangkan keterampilan dasar di bidang kesehatan dan kemanusiaan.
Orientasi ini tidak sekedar menjadi ajang pengenalan organisasi, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter remaja agar memiliki kepedulian sosial, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat membantu sesama. Melalui kegiatan edukatif dan praktik, peserta diperkenalkan pada peran PMR sebagai wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala SMKN Winongan, Irfan Khanafi, S.Pd., M.Pd., bersama Pembina PMR, Alfi Lailatun Nikmatul Iza, mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari pengembangan potensi peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Pembina PMR SMKN Winongan, Alfi Lailatun Nikmatul Iza, menyampaikan bahwa orientasi menjadi tahap awal bagi anggota baru untuk mengenal lebih dekat PMR, termasuk nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab yang melekat pada setiap anggotanya.
“Melalui kegiatan orientasi ini, kami berharap anggota baru tidak hanya mengenal PMR, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama, disiplin, mampu bekerja sama, dan berani mengambil peran dalam kegiatan kemanusiaan. Kami ingin nilai-nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” demikian draf pernyataan yang dapat dikonfirmasi kepada pembina.
Dalam orientasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama, simulasi evakuasi, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan kepalangmerahan. Materi tersebut memberikan pemahaman dasar tentang penanganan kondisi darurat, pentingnya menjaga kesehatan, serta peran remaja dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.
Selain pembekalan materi, peserta juga mengikuti permainan edukatif dan refleksi untuk membangun kebersamaan, melatih kerja sama, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai anggota PMR. Pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan turut dievaluasi melalui tes tertulis sebelum kegiatan ditutup dengan apel bersama.
Pembinaan PMR berlandaskan Tri Bakti PMR, yaitu meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti kepada masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang menjadi landasan dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan.
Melalui orientasi ini, 45 anggota baru PMR SMKN Winongan diharapkan tidak hanya mengenal organisasi, tetapi juga memahami nilai dan tanggung jawab sebagai anggota. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk menerapkan perilaku hidup sehat, meningkatkan kesiapsiagaan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Orientasi menjadi langkah awal bagi para pelajar untuk berkembang melalui kegiatan PMR secara berkelanjutan. Dari lingkungan sekolah, anggota PMR diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang tanggap, peduli, dan siap berkontribusi dalam kegiatan sosial serta aksi kemanusiaan di masyarakat. (Hafiidh)

