PASURUAN, Seputarperistiwanews.com — Pecinta Info Silaturahmi (PIS) menandai perjalanan delapan tahun dengan aksi sosial. Dalam tasyakuran anniversary ke-8 yang digelar di Pemandian Sumber Suko, Desa Tenggilisrejo, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (13/9/2026), PIS menyantuni 10 anak yatim piatu.
Kegiatan tersebut tidak dikemas sekedar sebagai perayaan ulang tahun komunitas. Silaturahmi antarkomunitas dan kepedulian sosial justru menjadi bagian utama. Sejumlah komunitas dari wilayah Pasuruan maupun luar Pasuruan hadir dan ikut meramaikan kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan majelis sholawat, kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Delapan tahun perjalanan menjadi momentum bagi PIS untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mempertahankan kegiatan sosial yang selama ini dijalankan.
Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi antarkomunitas dan bertukar gagasan mengenai berbagai kegiatan sosial, termasuk agenda bakti sosial yang dilakukan secara rutin setiap bulan.
PIS mendorong komunitas yang hadir untuk tetap menjaga marwah organisasi masing-masing sekaligus membuka ruang kolaborasi. Tujuannya jelas, kegiatan sosial tidak berhenti pada satu momentum, tetapi dapat terus bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Pecinta Info Silaturahmi, Otnayira Suga, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, donatur, serta komunitas yang telah mendukung terselenggaranya anniversary ke-8.
“Terima kasih kepada semua pengurus dan donatur yang sudah membantu suksesnya acara anniversary PIS ke-8. Terima kasih juga kepada seluruh anggota PIS yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan materi demi suksesnya acara ini,” ujar Otnayira Suga.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Wakil Bupati Pasuruan H.M. Shobih Asrori terhadap kegiatan anniversary PIS.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi PIS untuk terus menjaga silaturahmi sekaligus menjalankan kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris PIS, Aini, mengapresiasi kekompakan pengurus dan anggota dalam mempersiapkan kegiatan. Ia berharap PIS semakin solid, kompak, dan konsisten menjalankan kegiatan sosial.
Puncak kepedulian dalam anniversary ke-8 PIS diwujudkan melalui pemberian santunan kepada 10 anak yatim piatu.
Panitia menyerahkan bantuan berupa materi dan kebutuhan anak, termasuk makanan ringan. Sejumlah komunitas yang hadir turut berpartisipasi dalam pemberian santunan tersebut.
Pesan yang ingin ditegaskan PIS sederhana: anniversary bukan sekedar tiup lilin dan pemotongan tumpeng, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Usai santunan, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan tiup lilin sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan PIS selama delapan tahun.
Kegiatan anniversary ke-8 kemudian ditutup dengan doa bersama. Bagi PIS, delapan tahun bukan garis akhir. Justru menjadi pijakan untuk memperkuat solidaritas, memperluas silaturahmi, dan menjaga kesinambungan kegiatan sosial.
Sebab, keberadaan komunitas tidak cukup hanya dihitung dari lamanya berdiri. Eksistensi harus dibuktikan melalui manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dari PIS, pesan itu kembali ditegaskan: silaturahmi jangan berhenti menjadi pertemuan, tetapi harus bergerak menjadi kepedulian dan aksi nyata.
(Basir)



