Perkuat Soliditas Relawan, PMI Nagekeo Matangkan Peran dalam Penanganan Gempa Flores

NAGEKEO (NTT), Seputarperistiwanews.com — Sebanyak 22 relawan PMI Kabupaten Nagekeo mengikuti sesi briefing penguatan peran relawan dalam penanganan dampak gempa bumi di wilayah Flores, khususnya Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Rabu, 9 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Koordinator Lapangan (Korlap) PMI Provinsi NTT untuk memperkuat pemahaman relawan dalam menjalankan berbagai layanan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana.

Dalam sesi briefing, Nur Salam yang kerap dipanggil Bang Salam dari PMI Kota Makassar memberikan penguatan kepada para relawan mengenai pentingnya menjaga soliditas dan konsistensi dalam menjalankan tugas. Selain itu, briefing juga bertujuan memperjelas arah dan sasaran dari setiap layanan yang dilaksanakan oleh PMI.

“Briefing ini bertujuan untuk memperkuat soliditas tim relawan sehingga tetap memiliki komitmen dan konsistensi dalam menjalankan perannya. Selain itu, kita juga perlu memperjelas arah dan sasaran dari setiap layanan yang dilaksanakan oleh PMI,” ujar Nur Salam.

Menurutnya, koordinasi menjadi bagian penting dalam operasi kemanusiaan. Setiap relawan perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya agar seluruh layanan dapat berjalan secara terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Bagi para relawan, penguatan seperti ini menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman sekaligus mengevaluasi pelaksanaan layanan di lapangan. Wemin, salah satu relawan PMI Kabupaten Nagekeo yang mengikuti briefing, mengatakan bahwa arahan yang diberikan membantu relawan memahami kembali peran dan tanggung jawab masing-masing dalam penanganan bencana.

“Dengan adanya briefing ini, kami lebih memahami apa yang menjadi peran dan tanggung jawab kami sebagai relawan. Arahan yang diberikan juga menjadi pengingat agar kami tetap solid, konsisten, dan mengikuti arahan organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wemin.

Wemin menambahkan, kondisi di lapangan membutuhkan kerja sama yang kuat antarre­lawan. Menurutnya, setiap layanan yang diberikan harus tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kami berharap layanan PMI selama penanganan gempa ini bisa terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga akan berusaha menjalankan tugas sesuai arahan dan kebutuhan yang ada di lapangan,” tambahnya.

Melalui briefing tersebut, PMI berharap 22 relawan PMI Kabupaten Nagekeo dapat semakin solid dan memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Penguatan koordinasi juga diharapkan mampu memastikan setiap layanan PMI berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak terbaik bagi masyarakat terdampak gempa di Flores, khususnya Kabupaten Nagekeo. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama