PMI Provinsi DKI Jakarta Bersama Dinkes DKI Jakarta dan Mitra Kampanyekan 3M Plus, Dorong Jakarta “Zero Jentik”

JAKARTA, Seputarperistiwanews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat edukasi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit dengue. Kampanye tersebut dilakukan melalui kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI dengan mengusung tema “Jaga Jakarta: Satu Rumah, Satu Jumantik, Zero Jentik.”

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra, yakni Takeda, Enesis, Pertamina, dan Ekobisnis.com sebagai bagian dari kolaborasi dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dengue dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani mengatakan melalui kampanye tersebut, masyarakat diajak memahami dan menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus perlu dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu. Upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab setiap keluarga di rumah, tetapi juga perlu dilakukan bersama di sekolah, perkantoran, tempat-tempat umum, dan lingkungan lainnya. Dengan pemeriksaan dan pemberantasan jentik yang dilakukan secara rutin, masyarakat dapat bersama-sama mencegah munculnya tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai langkah-langkah “Plus”, seperti menggunakan kelambu saat tidur, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan lotion anti nyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Edukasi dikemas secara interaktif agar pesan pencegahan dengue lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain penyampaian informasi, kegiatan di HBKB juga diisi dengan funwalk interaktif, pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) komunitas, permainan interaktif DBD (lempar bola dan ular tangga),” kata Beky Mardani.

Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa pencegahan dengue dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yaitu rumah. Melalui konsep “Satu Rumah, Satu Jumantik”, setiap keluarga diajak memiliki anggota keluarga yang berperan sebagai juru pemantau jentik dengan rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Menurutnya, dukungan dari Takeda, Enesis, Pertamina dan Ekobisnis.com dalam kegiatan ini turut memperkuat upaya kolaboratif untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat di ruang publik. 

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bebas dari tempat berkembang biaknya nyamuk.

Beky Mardani menambahkan, kampanye ini juga menjadi bagian dari edukasi melalui Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP) yang telah dilaksanakan di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Edukasi PSN 3M Plus melalui program tersebut telah menjangkau 178.358 jiwa di Kelurahan Balekambang dan Pekayon, Jakarta Timur, serta Kelurahan Pengadegan dan Pejaten Timur, Jakarta Selatan.

“Melalui semangat “Satu Rumah, Satu Jumantik, Zero Jentik”, PMI Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan para mitra mengajak masyarakat menjadikan pemberantasan jentik sebagai kebiasaan bersama,” tambahnya.

Setiap keluarga yang aktif memantau dan memberantas jentik menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan Jakarta yang lebih sehat dan menekan risiko penularan dengue.

Mari kita #JagaJakarta dimulai dari rumah, dilakukan bersama, dan jadilah bagian dari gerakan masyarakat untuk mewujudkan Jakarta yang lebih sehat. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama