Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — Lonjakan harga pakan ikan yang kian membebani pembudidaya mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan mengambil langkah taktis. Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), digelar pelatihan pembuatan pakan mandiri dan Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) bagi kelompok pembudidaya Mina Bhakti di Balai Desa Rejosolor, Kamis (23/4/2026).
Program yang merupakan realisasi usulan SPD 2025 ini dinilai sebagai solusi konkret di tengah efek domino kenaikan harga bahan pokok global yang turut mengerek biaya produksi perikanan air tawar.
Mewakili kepala dinas, Sekretaris Hari Hijroh Saputro, S.S.T.P., menegaskan bahwa kemandirian menjadi kunci agar pembudidaya tidak lagi menggantungkan nasib pada pakan pabrikan. Dengan potensi kolam air tawar Kabupaten Pasuruan mencapai 60,68 hektare dan ribuan pelaku usaha, efisiensi biaya pakan disebut sebagai langkah yang tak bisa ditawar.
“Tujuannya memberikan keterampilan teknis agar pembudidaya mampu memproduksi pakan berkualitas, murah, dan sesuai kebutuhan nutrisi ikan. Ini upaya memangkas modal produksi yang selama ini habis di pakan,” ujarnya di hadapan peserta.
Data pemda menunjukkan terdapat 2.172 pembudidaya tersebar di 19 kecamatan. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung menyusun formula pakan presisi untuk lele, nila, dan gurame.
Peserta diajarkan menghitung kadar protein dan komposisi nutrisi menggunakan bahan yang mudah ditemui di sekitar, seperti tepung ikan, tepung jagung, dedak padi, bungkil kedelai, tepung kolak, kapur, dan premix.
“Semua bahan ini ada di sekitar kita. Kuncinya ada pada formulasi. Jika hitungan proteinnya tepat, kualitasnya tidak kalah dengan pabrik, namun harganya jauh lebih terjangkau,” jelasnya.
Kepala Desa Rejosolor, Abd. Rohman, menyambut baik pelatihan yang diikuti sekitar ±20 peserta, warganya tersebut. Ia menilai dukungan anggaran DBHCHT sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil.
“Kami sangat berterima kasih. Pelatihan ini membantu warga meningkatkan perekonomian, khususnya pemenuhan pakan ternak secara mandiri. Ini wujud nyata pemberdayaan ekonomi desa,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri, Kepala Dinas Perekonomian, Sugeng Subijanto serta Asisten II Pemkab Pasuruan, Syaifuddin Ahmad yang secara simbolis menyerahkan bahan praktek pembuatan pakan kepada peserta.
Pemkab Pasuruan berharap program ini berkelanjutan. Ke depan, pembudidaya tak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga membuka peluang usaha baru dengan memasarkan pakan racikan mandiri kepada kelompok pembudidaya lainnya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menghadirkan program yang tepat guna dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui dukungan DBHCHT, pelatihan pakan mandiri bukan sekadar transfer ilmu, melainkan strategi nyata memperkuat kemandirian ekonomi pembudidaya. Diharapkan, langkah ini menjadi pemicu lahirnya sentra-sentra pakan mandiri di desa, yang pada akhirnya mampu menekan biaya produksi, meningkatkan kesejahteraan warga, dan memperkokoh daya saing sektor perikanan air tawar di Pasuruan. (ARYA)


