PMI Nagekeo Pasang Shelter Darurat di Dua Sekolah, Siswa Tak Lagi Belajar di Bawah Pohon

Nagekeo (NTT), Seputarperistiwanews.com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo memasang shelter (selter) darurat di dua sekolah, yakni SMPS Batarende dan SD Inpres Dorameli, sebagai fasilitas sementara untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa pascagempa.

Pemasangan shelter ini menjadi langkah penting bagi keberlangsungan pendidikan di tengah kondisi darurat. Sebelumnya, para siswa terpaksa melaksanakan proses belajar mengajar di ruang terbuka dan di bawah naungan pepohonan karena belum tersedianya tempat belajar yang aman dan memadai.

Fransiskus Xaverius Mbeu mengatakan bahwa sebelum adanya shelter, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dalam kondisi yang sangat terbatas. “Sebelum adanya shelter ini, anak-anak terpaksa belajar di bawah naungan pepohonan. Kondisi tersebut tentu sangat memengaruhi kenyamanan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran, terutama ketika cuaca panas maupun hujan,”ujarnya.

Menurut Fransiskus, kehadiran shelter memberikan manfaat besar bagi siswa dan guru karena dapat menjadi tempat belajar sementara yang lebih aman dan nyaman. “Kami sangat bersyukur dengan adanya shelter ini. Anak-anak sekarang memiliki tempat yang lebih layak untuk belajar, dan guru juga lebih mudah melaksanakan proses pembelajaran,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, menyampaikan bahwa pemasangan shelter merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan di tengah situasi darurat. “PMI Nagekeo hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Shelter ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar sementara yang aman dan nyaman bagi anak-anak serta membantu para guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,” ungkap Kristianus.

Ia menambahkan bahwa PMI akan terus berupaya memberikan dukungan kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. “Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat bagi siswa dan guru, sehingga proses pendidikan tetap berlangsung meskipun dalam kondisi darurat,” katanya.

Adapun SMPS Batarende memiliki 144 siswa yang terdiri dari 74 laki-laki dan 70 perempuan, serta 18 guru yang terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan. Sementara SD Inpres Dorameli memiliki 90 siswa, terdiri dari 49 laki-laki dan 41 perempuan, serta 13 guru yang terdiri dari 3 laki-laki dan 10 perempuan.

Dengan adanya shelter darurat tersebut, PMI Nagekeo berharap siswa dan guru di SMPS Batarende serta SD Inpres Dorameli dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan lebih aman, nyaman, dan terlindungi dari kondisi cuaca selama masa tanggap darurat. (Wemyn-Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama