NAGEKEO (NTT), Seputarperistiwanews.com — Belum genap satu hari setelah melakukan asesmen kebutuhan warga, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo langsung menyalurkan bantuan kepada penyintas gempa di Desa Nangadhero dan Desa Nggolonio, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Penyaluran dilakukan di lima titik, yakni RT 06 Desa Nangadhero serta RT 13, RT 11, RT 12 dan RT 09 Desa Nggolonio. Sebanyak 42 kepala keluarga atau 204 jiwa menerima bantuan, termasuk bayi, balita, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, hingga penyandang disabilitas yang menjadi kelompok rentan terdampak bencana.
Di RT 06 Desa Nangadhero, bantuan menjangkau 36 keluarga dengan 153 jiwa. PMI membawa berbagai kebutuhan yang langsung digunakan warga, mulai dari Baby Kit, Hygiene Kit, sarung, selimut, kelambu, tikar, makanan ringan hingga air minum.
Bagi warga, kecepatan respons tersebut menjadi hal yang dirasakan langsung. Nikolaus Tolentino Neku, warga RT 06 Desa Nangadhero, mengatakan kebutuhan yang ditemukan saat asesmen tidak membutuhkan waktu lama untuk ditindaklanjuti.
“Belum sampai satu hari setelah dilakukan asesmen, bantuan sudah datang. Kebutuhan yang disampaikan saat asesmen langsung ditindaklanjuti,” kata Nikolaus.
Ia juga menilai bantuan untuk kebutuhan bayi sangat membantu keluarga yang terdampak.
“Baby Kit sangat bermanfaat bagi warga yang memiliki bayi. Barang-barangnya memang sesuai dengan kebutuhan keluarga di sini,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Halimah (50), juga masih mengingat situasi yang membuatnya harus meninggalkan rumah. Ia sempat mengungsi selama sekitar dua minggu di Aeramo dan baru kembali ke Desa Nangadhero lima malam sebelum bantuan disalurkan.
Saat itu, Halimah bersama warga lainnya menyelamatkan diri ke bukit setelah air sempat naik.
“Waktu itu air sempat naik, jadi kami menyelamatkan diri ke bukit. Setelah sekitar dua minggu mengungsi di Aeramo, saya baru kembali ke sini,” ujar Halimah.
Sementara di Desa Nggolonio, PMI menjangkau warga di empat RT dengan kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Bantuan berupa Hygiene Kit, selimut dan kelambu disalurkan kepada keluarga yang membutuhkan, termasuk warga lanjut usia dan ibu hamil.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan penyaluran dilakukan berdasarkan hasil asesmen agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.
“Setelah asesmen dilakukan, kami berupaya agar kebutuhan yang ditemukan bisa segera ditindaklanjuti. Bantuan kami sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penyintas, terutama kelompok rentan,” kata Kristianus.
Menurutnya, pemantauan akan terus dilakukan untuk melihat kebutuhan warga selama masa pemulihan pascagempa.
“PMI akan terus memantau perkembangan di lapangan. Hasil asesmen menjadi dasar untuk menentukan dukungan berikutnya sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Bagi warga yang mulai kembali menjalani aktivitas di tengah situasi pascagempa, bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus melewati masa pemulihan secara bertahap. (Hafiidh)


