Manggarai (NTT), Seputarperistiwanews.com ➖ Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Manggarai, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlangsungan pendidikan di tengah situasi darurat. Melalui Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), PMI membantu mendirikan tenda darurat di lingkungan SDI Lemarang, sabtu 05 september 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan PMI terhadap kebutuhan sekolah dalam menyediakan ruang belajar sementara yang aman dan nyaman bagi para siswa dan guru.
Tim SIBAT bersama pihak sekolah bergotong royong dalam proses pendirian tenda, mulai dari menyiapkan lokasi, memasang rangka kelas dan terpal, hingga memastikan tenda dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Dalam kegiatan tersebut ada beberapa pihak yang terlibat langsung di halaman sekolah yaitu 3 orang guru SDI Lemarang, 2 orang perangkat desa dan 16 oran tim Sibat Desa Lemarang.
Melihat kondisi bangunan sekolah yang tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, Polikarpus Jemadin selaku Komandan tim Sibat sangat prihatin dengan anak-anak yang tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Kami dari tim Sibat melihat kondisi sekolah sudah tidak layak lagi dipakai, yaitu seluruh ruangan sekolah retak, sehingga kami khawatir dengan hal itu, makanya bersama dengan rekan guru kami berinisiatif untuk mendirikan tenda darurat", jelas Karpus.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa kendala dalam mendirikan tenda tersebut merupakan salah satu tantangan yang mereka hadapi, yaitu kurangnya terpal. Komandan itu mengharapkan adanya orang-orang baik dan lembaga-lembaga yang peduli dengan kondisi sekolah tersebut.
" Kami kekurangan terpal saat mendirikan sekolah darurat, tapi masih bisa dipakai untuk kegiatan belajar, harapan saya semoga ada orang baik atau lembaga yang peduli dengan sekolah SDI Lemarang", lanjut Karpus.
Marselinus Habin salah seorang guru di SDI Lemarang, menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah sudah menegaskan supaya tidak ada aktivitas belajar mengajar di dalam ruangan selama masa tanggap darurat bencana.
"Menindaklanjuti perintah dari Pemerintah Daerah yaitu tidak boleh melakukan kegiatan pembelajaran didalam ruangan kelas selama pascabencana gempa, maka dari itu kami bersama tim Sibat dan aparat desa berinisiatif untuk mendirikan sekolah darurat", jelas Marsel.
Saat diwawancarai Disela-sela kegiatan tersebut, Marselinus merasa bangga dengan kehadiran Tim Sibat Desa Lemarang yang dengan sukarela memberikan bantuan berupa tenaga dan terpal sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
"Saya pribadi merasa bangga dan berterima kasih kepada PMI kabupaten Manggarai, karena telah menghadirkan tim Sibat Desa Lemarang yang sangat membantu kami di Desa dan memfasilitasi kami dengan bantuan terpal dan tenaga yang sangat luar biasa, sehingga siswa-siswi nantinya akan mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) lagi, lanjut Marsel.
Kehadiran tenda darurat diharapkan dapat membantu proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun kondisi sekolah masih dalam situasi darurat.
Melalui keterlibatan Tim SIBAT, dibawah naungan Pemerintah desa Lemarang dan Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Manggarai, yang terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat dan mendukung pemulihan berbagai kebutuhan dasar, termasuk keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak terdampak. (Hafiidh)


