Terpal PMI Bantu Siswa dan Guru SDK Goloneo Tetap Belajar Pascagempa

NAGEKEO (NTT), Seputarperistiwanews.com — Aktivitas belajar mengajar di SDK Goloneo, Kabupaten Nagekeo, tetap berjalan meski kondisi sekolah masih terdampak pascagempa. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM), Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo menyalurkan bantuan terpal yang dimanfaatkan sebagai tempat belajar sementara.

Sebelumnya, para siswa sempat mengikuti kegiatan belajar di posko pengungsian selama dua hari. Setelah itu, kegiatan belajar dipindahkan ke lingkungan sekolah dan dilakukan di bawah pohon karena belum tersedianya tempat yang aman dan nyaman untuk berteduh.

Melihat kondisi tersebut, para orang tua siswa bersama guru kemudian berinisiatif mendirikan tenda darurat. Informasi mengenai kerja bakti disampaikan melalui grup WhatsApp, hingga akhirnya orang tua dan guru bersama-sama membantu mendirikan tempat belajar sementara.

“Awalnya guru rapat dan sepakat untuk kerja bakti. Informasinya disampaikan di grup WhatsApp orang tua. Kami bersama-sama mendirikan tenda darurat untuk tempat anak-anak belajar,” ujar Ibu Beatriks Lino, wali kelas sekaligus Guru Kelas 6 SDK Goloneo.

Ia mengatakan, kondisi belajar setelah gempa juga mengalami perubahan. Sebelum gempa, siswa biasanya menyelesaikan kegiatan belajar pada pukul 12.40 WITA. Namun, setelah gempa, waktu belajar diperpendek demi mempertimbangkan kondisi dan keamanan siswa maupun guru.

“Setelah gempa, sekarang jam 11 sudah pulang ke rumah. Sebelumnya pulang jam 12.40,” katanya.

Bantuan terpal dari PMI menjadi salah satu kebutuhan penting bagi sekolah. Dengan adanya terpal, siswa dan guru memiliki tempat untuk berteduh dari panas maupun kondisi cuaca saat kegiatan belajar berlangsung.

Menurut Beatriks, keberadaan tempat belajar sementara tersebut sangat membantu agar proses pendidikan tetap dapat berjalan sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa dan guru.

“Menurut saya sangat baik, supaya bisa berteduh. Murid aman dan guru juga aman untuk pelaksanaan KBM,” tuturnya.

Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan bantuan terpal merupakan bagian dari dukungan PMI terhadap masyarakat terdampak gempa, termasuk lingkungan pendidikan yang membutuhkan tempat belajar sementara.

Di tengah situasi pascagempa, terpal tersebut menjadi ruang sederhana bagi siswa dan guru untuk kembali menjalankan aktivitas pendidikan dengan lebih aman dan nyaman. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama