Jakarta, Seputarperistiwanews.com - Palang Merah Indonesia (PMI) kembali memperkuat dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan memberangkatkan 33.947 item bantuan logistik melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Labuan Bajo, NTT, Sabtu (22/8) pukul 18.00 WIB.
Bantuan tersebut dikirim untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa, khususnya kebutuhan selama berada di pengungsian dan dalam masa tanggap darurat.
Sebanyak 33.947 item bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian dan perlengkapan kebersihan hingga perlengkapan ibadah, hunian darurat, penerangan, dan kebutuhan rumah tangga.
Untuk kebutuhan sandang, PMI mengirimkan 10.000 sarung, 1.000 selimut, 5.000 pakaian wanita, dan 5.000 pakaian pria. Sementara untuk mendukung kebersihan dan kebutuhan kelompok rentan, bantuan yang dikirim terdiri atas 1.000 hygiene kit, 1.000 dignity kit, dan 500 baby kit.
PMI juga mengirimkan bantuan untuk mendukung kebutuhan ibadah berupa 2.000 Al-Qur'an dan 2.000 Juz Amma.
Untuk mendukung kebutuhan hunian dan aktivitas masyarakat di lokasi terdampak, PMI turut mengirimkan 500 gerobak sorong, 500 sekop, 25 tenda berukuran 6 x 12 meter, 20 toilet portabel, dua tandon berkapasitas 1.000 liter, 1.000 matras, 2.000 terpal, 500 radio, 500 senter, 1.000 kelambu, serta 400 kitchen kit.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla turut meninjau langsung proses pemuatan bantuan logistik PMI ke kapal di Pelabuhan Tanjung Priok sebelum diberangkatkan menuju Labuan Bajo.
Jusuf Kalla mengatakan, pengiriman melalui jalur laut merupakan salah satu upaya PMI untuk memastikan bantuan dalam jumlah besar dapat segera dikirimkan ke wilayah terdampak dan selanjutnya didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kita berharap bantuan ini bisa segera sampai di Labuan Bajo dan kemudian diteruskan kepada masyarakat yang terdampak. Dalam kondisi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan sangat penting. Karena itu, PMI terus mengerahkan seluruh sumber daya dan menggunakan jalur yang tersedia agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi," ujar Jusuf Kalla.
Bantuan tersebut akan didistribusikan untuk mendukung masyarakat terdampak gempa di tujuh kabupaten di Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Ngada.
Distribusi akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen serta kebutuhan dan prioritas masyarakat di masing-masing wilayah.
Kapal yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya membawa bantuan dari PMI, tetapi juga berbagai bantuan logistik dari sejumlah lembaga lain yang turut mendukung respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa Flores.
Pengiriman secara bersama-sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi bantuan menuju wilayah terdampak.
Pengiriman bantuan melalui jalur laut juga bukan merupakan pengalaman baru bagi PMI. Pada Desember 2025, PMI bersama Kalla Lines memberangkatkan Kapal Kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Priok untuk membawa berbagai bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, mitra, dan berbagai lembaga yang telah mendukung upaya kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa Flores.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, mitra, dan berbagai lembaga yang telah bersama-sama mendukung bantuan kemanusiaan ini. Penanganan bencana tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi sangat diperlukan agar bantuan dapat terkumpul, dikirimkan, dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Jusuf Kalla.
PMI menilai kebutuhan masyarakat terdampak gempa tidak hanya berupa layanan kesehatan dan pertolongan darurat, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar selama berada di pengungsian. Perlengkapan kebersihan, kebutuhan bayi, perlengkapan keluarga, penerangan, perlengkapan tidur, hingga peralatan memasak menjadi bagian penting dalam mendukung kehidupan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Pengiriman logistik melalui jalur laut ini merupakan bagian dari respons berkelanjutan PMI untuk mendukung masyarakat terdampak gempa Flores sekaligus memastikan ketersediaan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan. (Hafiid
