Bantuan Terpal Disalurkan bagi Warga Terdampak Gempa di Manggarai

Manggarai (NTT), Seputarperistiwanews.com — Kebutuhan tempat perlindungan sementara masih menjadi perhatian bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai. Jumat (21/8/2026), sejumlah warga dari berbagai desa dan kelurahan mendatangi Posko PMI yang menjadi pusat pendataan di lokasi pengungsian Golo Conggo untuk menyampaikan kebutuhan mereka.

Sebagian warga datang secara mandiri karena hingga kini masih bertahan di sekitar rumah masing-masing. Salah satu kendala yang mereka hadapi adalah keterbatasan terpal untuk mendirikan tenda sebagai tempat berlindung sementara.

Berdasarkan hasil pendataan dan asesmen tim di lapangan, terpal menjadi salah satu kebutuhan yang paling banyak disampaikan masyarakat. Selain terpal, warga juga membutuhkan susu bayi, susu untuk ibu hamil, bubur bayi, popok bayi dan lansia, obat-obatan, serta dukungan tenaga medis.

Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator Posko PMI, Elson Osko, mengatakan kebutuhan masyarakat menjadi dasar dalam menentukan prioritas penyaluran bantuan.

Sebanyak 60 buah terpal kemudian disalurkan kepada masyarakat yang dinilai paling membutuhkan untuk digunakan sebagai tenda darurat.

“Persediaan terpal kita memang sangat kurang. Seharusnya penggunaannya untuk kebutuhan posko di beberapa desa yang belum memiliki posko sebagai pusat data,” jelas Elson.

Meski persediaan terbatas, PMI tetap melakukan penyaluran berdasarkan hasil asesmen, terutama kepada masyarakat di desa-desa yang belum banyak tersentuh bantuan.

Bagi warga yang selama ini masih bertahan secara mandiri di sekitar rumah, terpal tersebut menjadi bantuan penting untuk membuat tempat perlindungan sementara. Dengan adanya tenda darurat, warga memiliki pilihan tempat berlindung ketika terjadi gempa susulan.

Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya PMI untuk merespons kebutuhan masyarakat secara bertahap. Tim PMI juga terus melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan agar bantuan yang tersedia dapat diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

“Karena masyarakat sangat membutuhkan terpal untuk mendirikan tenda, maka kebutuhan tersebut harus kita penuhi,” tutup Elson.

Di tengah keterbatasan bantuan, kebutuhan warga terdampak gempa masih terus dipantau. PMI memastikan proses asesmen dan pendataan tetap berjalan agar setiap bantuan yang tersedia dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Bagi warga, selembar terpal bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi tempat untuk berlindung dan memberi rasa aman di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya pulih. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama