BANYUWANGI, Seputarperistiwanews.com – Memasuki puncak musim kemarau, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Bangorejo. Hingga hari kedua pelaksanaan, sebanyak 10.000 liter air bersih telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Sambirejo dan Desa Sambimulyo.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan kepala desa yang disampaikan melalui Ketua PMI Kecamatan Bangorejo. Distribusi perdana dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Dusun Kedungrejo, Desa Sambirejo, kemudian dilanjutkan pada Kamis (23/7/2026) di Dusun Kedungrejo, Desa Sambimulyo.
Kepala Desa Sambimulyo, Andik Santoso, mengatakan wilayahnya telah mengalami kemarau selama kurang lebih tiga bulan tanpa hujan. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sumur warga terus menurun, bahkan sebagian sumur telah mengering sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Keberadaan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa kami juga membutuhkan ketersediaan air bersih. Kami sangat bersyukur atas bantuan PMI Kabupaten Banyuwangi sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi melalui tandon-tandon yang telah disiapkan BPBD Kabupaten Banyuwangi," ujar Andik.
Kepala Markas PMI Kabupaten Banyuwangi, Drs. Sutiyono, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banyuwangi dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, khususnya Kecamatan Bangorejo dan Kecamatan Cluring.
PMI Kabupaten Banyuwangi juga telah membentuk Tim Distribusi Bantuan Air Bersih yang terdiri atas relawan dan staf markas. Tim tersebut didukung satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter yang dioperasikan secara bergilir untuk melayani masyarakat terdampak.
"Hingga hari kedua, PMI telah menyalurkan 10.000 liter air bersih. Bantuan ini merupakan langkah tanggap darurat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Jika ada desa yang belum memiliki tandon air, kami siap menyalurkan air langsung ke rumah-rumah warga," jelas Sutiyono.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun PMI apabila terdapat wilayah lain yang mulai mengalami kekeringan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Berdasarkan data PMI Kabupaten Banyuwangi, bantuan air bersih tersebut telah menjangkau 160 kepala keluarga (640 jiwa) di Desa Sambimulyo dan 75 kepala keluarga (285 jiwa) di Desa Sambirejo. PMI menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga memberikan layanan distribusi air bersih selama musim kemarau berlangsung guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (Hafiidh)

