PASURUAN, Seputarperistiwanews.com — Rasa syukur bercampur haru menyelimuti tasyakuran ambulans desa pasca kecelakaan yang digelar di Desa Wates, Kecamatan Lekok, pada Minggu, 19 April 2026. Momen ini tak sekedar seremoni, melainkan penanda bangkitnya kembali armada kemanusiaan yang diperjuangkan perbaikannya oleh relawan Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (GMPK) di tengah keterbatasan, bahkan tanpa dukungan dari pihak desa.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini dihadiri Ketua dan anggota GMPK. Sejak awal hingga akhir acara, suasana berjalan lancar dengan antusiasme para peserta yang mengikuti rangkaian doa dan ungkapan syukur atas kembalinya fungsi ambulans sebagai sarana pelayanan masyarakat.
Ketua GMPK Pasuruan Raya, Lilis Johan, menegaskan bahwa kehadiran GMPK semata-mata untuk kemanusiaan dan pelayanan publik.
“GMPK hadir untuk masyarakat. GMPK hadir untuk menjadi partner semua instansi. Mari bersinergi dan berkolaborasi bersama GMPK dengan satu misi dan satu tujuan, bergerak membantu masyarakat, serta mengarahkan dan mendampingi warga yang sakit agar berobat di jalan yang benar,” tegasnya.
Menurutnya, proses perbaikan ambulans tersebut menjadi bukti nyata kepedulian relawan GMPK yang bergerak tanpa pamrih demi memastikan layanan darurat bagi warga tetap tersedia.
Tasyakuran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan kebersamaan dan kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. GMPK pun membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang lebih baik bagi masyarakat. (Bhawel - ARYA)

