Siswa Yayasan Pendidikan Ahmad Yani Bangil Tembus Seleksi Bupati Cup, Denis Berjuang dari Uang Saku Sendiri


Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — Prestasi membanggakan ditorehkan siswa binaan Yayasan Ahmad Yani Bangil. Denis Noviandra S, siswa kelas 8 SMP, berhasil lolos seleksi ketiga sepak bola tingkat SMP se-Kecamatan Bangil dalam ajang Piala Bupati Cup Kabupaten Pasuruan. Rabu (15/4) 

Pelatih sekaligus Guru Pendamping Ekstrakurikuler Lembaga Pendidikan Ahmad Yani Bangil, Anton, S.Pd.,  menjelaskan bahwa proses seleksi sepak bola dalam ajang Piala Bupati Cup Kabupaten Pasuruan telah berlangsung selama dua pekan di Lapangan Limbe Kedung Pandan, Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo.

“Seleksi ini berjalan kurang lebih dua minggu dan diikuti sekitar 90 pelajar SMP/MTs negeri dan swasta se-Kecamatan Bangil. Materi seleksi cukup ketat, mulai dari teknik dasar, fisik, hingga kerja sama tim. Alhamdulillah Denis mampu menunjukkan perkembangan yang baik di setiap tahap,” ujarnya.

Seleksi yang diikuti peserta dari SMP dan MTs negeri maupun swasta tersebut digelar di Lapangan Limbe Kedung Pandan. Denis tampil konsisten sejak tahap awal hingga akhirnya dinyatakan melaju ke seleksi berikutnya yang dijadwalkan pekan depan.


Pelatih Denis, Anton, S.Pd., menegaskan keberhasilan itu tidak lepas dari disiplin latihan dan kerja keras yang ditunjukkan anak didiknya selama proses pembinaan.

Kepala SMP Ahmad Yani Bangil, Imam Muhayat, S.Ag., didampingi Wakil Kepala Kesiswaan, Mudrika, S.P.d., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. “Alhamdulillah hari ini ananda Denis lolos seleksi ketiga sepak bola tingkat SMP se-Kecamatan Bangil. Selasa minggu depan pukul 13.00 akan mengikuti seleksi kembali,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Humas SMK Ahmad Yani Bangil, Moh Imron, S.Pd., Ia meminta doa dan dukungan masyarakat karena Denis dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Persekabpas U-15 dalam sesi sparing sore hari.

Prestasi Denis bukan sekadar soal lolos seleksi, tetapi juga tentang ketekunan dan kesederhanaan dalam mengejar mimpi. Di tengah keterbatasan, ia membuktikan bahwa semangat dan kerja keras tetap menjadi modal utama meraih prestasi. (ARYA)

Lebih baru Lebih lama