Pembersih Kaca Apartemen di Surabaya Nyaris Terhempas Angin Kencang

Cuaca Ekstrem Terjang Sejumlah Titik Wilayah

Surabaya, Seputarperistiwanews.com – Cuaca ekstrem yang melanda Surabaya pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 14.20 WIB memicu insiden tragis di kawasan Surabaya Barat. Dua pekerja pembersih kaca apartemen di Jalan Pakuwon Indah menjadi korban setelah gondola yang mereka gunakan dihantam angin kencang saat berada di ketinggian sekitar lantai 20. Satu pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara satu lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Hujan lebat yang turun mendadak disertai hembusan angin kencang mengubah langit siang menjadi kelabu pekat. Berdasarkan rekaman video warga yang beredar dan telah diverifikasi redaksi, gondola tampak bergoyang keras sebelum akhirnya terhempas akibat terpaan angin yang menguat dalam hitungan detik.

Insiden terjadi di salah satu apartemen kawasan Pakuwon Indah, Surabaya Barat. Sejumlah saksi mata menyebut angin datang tiba-tiba dengan intensitas yang tidak biasa, membuat pekerja di ketinggian tak sempat menyelamatkan diri.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kami menerima laporan adanya gondola terhempas angin saat hujan lebat. Satu pekerja berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu lainnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Petugas gabungan dari DPKP, BPBD, dan unsur kepolisian bergerak cepat melakukan evakuasi meski kondisi cuaca masih berisiko. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena angin kencang masih bertiup dan hujan belum sepenuhnya reda.

Selain insiden di gedung apartemen, cuaca ekstrem juga dilaporkan menyebabkan pohon tumbang, genangan air, serta gangguan arus lalu lintas di sejumlah titik kota. Wilayah terdampak meliputi Surabaya Barat, Surabaya Selatan, dan sebagian Surabaya Pusat. Hingga berita ini diturunkan, pendataan kerusakan dan dampak masih dilakukan oleh instansi terkait.

Pihak berwenang menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), termasuk prosedur operasional penggunaan gondola dalam kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian serta mencegah kejadian serupa terulang.

Redaksi menegaskan bahwa identitas korban tidak dipublikasikan demi menghormati privasi keluarga. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah ada keterangan resmi tambahan dari pihak berwenang.


Pemerintah Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih mungkin terjadi di beberapa wilayah Surabaya dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.

Warga diminta menunda aktivitas di ruang terbuka saat cuaca memburuk serta memastikan lingkungan sekitar dalam kondisi aman, guna meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil.


(Pras)

Lebih baru Lebih lama