SIKKA (NTT), Seputarperistiwanews.com — Pemulihan pascagempa tidak hanya menyangkut perbaikan rumah dan fasilitas yang terdampak. Bagi warga Dusun Habipiret, Desa Manubura, Kecamatan Nele, Kabupaten Sikka, ketersediaan air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sebanyak 31 warga dari tujuh kepala keluarga di wilayah tersebut mendapat pasokan 5.000 liter air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI), Senin (5/10/2026). Distribusi dilakukan melalui layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) sebagai bagian dari respons Tanggap Darurat Bencana (TDB).
Pengurus PMI Kabupaten Sikka, Octavianus Aryo, mengatakan pemenuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan selama masyarakat menjalani masa pemulihan pascagempa.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Kami menyalurkan bantuan ini untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mendukung mereka menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa tanggap darurat,” kata Octavianus.
Sebanyak 5.000 liter air tersebut dikirim dalam satu rit. Bantuan diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar warga, termasuk keperluan rumah tangga, kebersihan diri, dan sanitasi lingkungan.
Menurut Octavianus, layanan WASH menjadi bagian penting dalam respons PMI karena kondisi pascabencana dapat membuat masyarakat menghadapi keterbatasan dalam mengakses kebutuhan dasar, termasuk air bersih.
Pemenuhan air bersih juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat. Ketersediaan air yang memadai membantu warga mempertahankan kebersihan diri dan lingkungan serta mendukung aktivitas sehari-hari di tengah proses pemulihan.
Distribusi di Habipiret menjadi salah satu bentuk dukungan PMI bagi masyarakat terdampak gempa. Respons dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan warga dan kondisi di lapangan.
Bagi warga, pasokan air bersih menjadi bagian penting dari upaya kembali menjalani kehidupan sehari-hari setelah gempa. Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, kebutuhan dasar seperti air bersih tetap menjadi perhatian utama. (Hafiidh)
