LP Ma’arif MWCNU Gresik Gelar Pelatihan Guru Aswaja Era Baru dengan Pendekatan STEIM

Gresik, Seputarperistiwanews.com – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif MWCNU Gresik menyelenggarakan Pelatihan Guru Aswaja Era Baru dengan Pendekatan STEIM (Science, Technology, Engineering, Innovation, and Mathematics) pada tanggal 3–4 Oktober 2026 bertempat di MINU Tratee Gresik. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 45 peserta yang merupakan perwakilan lembaga pendidikan Ma’arif dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, hingga MA.

Pelatihan menghadirkan Tim Trainer Aswaja PW LP Ma’arif NU Jawa Timur sebagai narasumber dan fasilitator. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LP Ma’arif MWCNU Gresik dalam meningkatkan kualitas guru Aswaja agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh penguatan materi tentang paradigma Aswaja Era Baru, strategi pembelajaran berbasis STEIM, pengembangan perangkat ajar, serta praktik implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, teknologi, kreativitas, dan inovasi. Para peserta juga diajak untuk berdiskusi, berkolaborasi, serta merancang model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik masa kini.


Pendekatan STEIM yang dikenalkan dalam pelatihan ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan abad ke-21. Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan proses belajar yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan. Dengan demikian, nilai-nilai Aswaja dapat disampaikan secara lebih kontekstual dan mudah diterima oleh generasi muda.

Ketua LP Ma’arif MWCNU Gresik menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru Aswaja perlu terus meningkatkan kompetensi agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.

“Melalui pelatihan ini kami berharap para guru Aswaja dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan yang paling update dan kekinian, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman sehingga lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai sesi materi, diskusi kelompok, presentasi, hingga praktik pembelajaran berlangsung interaktif dan dinamis. Para guru mendapatkan pengalaman baru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif sekaligus memperkuat komitmen untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja di lingkungan sekolah dan madrasah.

Melalui kegiatan ini, LP Ma’arif MWCNU Gresik berharap lahir guru-guru Aswaja yang profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi penggerak transformasi pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Dengan guru yang kompeten dan inovatif, pembelajaran Aswaja diharapkan semakin menarik, relevan, dan mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama