Satu Panggilan, Kabar Selamat yang Menghapus Cemas

Nagekeo (NTT), Seputarperistiwanews.com — Sejak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026, kabar tentang keluarga menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi warga terdampak. Bukan hanya soal tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari, keinginan untuk memastikan keluarga tetap selamat juga menjadi bagian dari perjuangan mereka setelah bencana.

Hal itu dirasakan Yohana Mau, warga RT 09, Kampung Peremese, Dusun 03, Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa. Di tengah situasi pascagempa, pikirannya tertuju pada keluarga yang berada jauh darinya, terutama saudaranya, Theresia Bhenu, yang berada di Papua.

Jarak yang begitu jauh membuat komunikasi tidak mudah dilakukan. Setelah gempa terjadi, Yohana belum dapat menghubungi keluarganya untuk menyampaikan satu kabar sederhana: bahwa dirinya selamat.

Kesempatan untuk kembali terhubung datang ketika tim Palang Merah Indonesia (PMI) mendatangi Desa Nggolonio. Tim memberikan penjelasan kepada warga mengenai layanan Restoring Family Links (RFL), layanan PMI yang membantu orang-orang yang terpisah dari keluarga akibat bencana atau situasi darurat untuk kembali berkomunikasi.

Mendengar penjelasan tersebut, Yohana langsung menyampaikan keinginannya kepada tim PMI. Ia ingin menghubungi keluarganya di Papua untuk memberi tahu bahwa dirinya selamat.

Gaudensius Mantang, Petugas RFL PMI Kabupaten Nagekeo, kemudian membantu Yohana melakukan panggilan melalui layanan RFL pada 29 Agustus 2026.

Panggilan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Yohana, suara keluarga di seberang telepon membawa kelegaan yang tidak mudah digambarkan.

Ia akhirnya dapat menyampaikan langsung bahwa dirinya selamat dan berada dalam kondisi baik setelah gempa. Keluarganya pun mendapatkan kepastian tentang keadaan Yohana setelah sebelumnya tidak dapat berkomunikasi.

Rasa cemas yang selama ini menyelimuti perlahan berubah menjadi rasa lega. Jarak antara Nagekeo dan Papua memang tetap terbentang jauh, tetapi pada hari itu Yohana kembali merasa dekat dengan keluarganya.

Bagi PMI, layanan RFL bukan sekadar menghubungkan dua orang melalui sambungan telepon. Di balik setiap panggilan, ada keluarga yang menunggu kepastian, ada rasa cemas yang ingin ditenangkan, dan ada seseorang yang ingin menyampaikan bahwa dirinya masih selamat.

Bagi Yohana, satu panggilan pada 29 Agustus 2026 menjadi momen yang berarti. Setelah gempa bumi memutus komunikasi dan menghadirkan ketidakpastian, akhirnya ia dapat kembali terhubung dengan keluarganya.

Satu kabar sederhana akhirnya sampai kepada orang-orang yang selama ini menunggunya: “Saya selamat.” - (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama