Kelas Darurat Dibangun Pascagempa, SD Inpres Madambake Dapat Dukungan Terpal PMI


NAGEKEO (NTT), Seputarperistiwanews.com — SD Inpres Madambake, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, membangun kelas darurat untuk mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar setelah terdampak gempa bumi. Sekolah yang memiliki 154 siswa dan 18 tenaga pendidik tersebut mendapat dukungan terpal dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo. Senin, 7/9/2026.

Bantuan terpal digunakan untuk melengkapi tenda darurat yang disiapkan sebagai ruang belajar sementara bagi siswa selama kondisi sekolah belum kembali normal.

Kepala SD Inpres Madambake, Kornelius Siga, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu sekolah dalam menyediakan ruang belajar sementara bagi para siswa.

“Droping terpal ini terasa lengkap untuk sekolah kami. Ke depan kami masih membutuhkan untuk melengkapi apa yang menjadi kekurangan di sekolah,” ujar Kornelius.

Menurutnya, pembangunan kembali gedung sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah. Namun, kondisi psikologis siswa pascabencana juga menjadi perhatian karena guru memiliki keterbatasan dalam memberikan pendampingan.

“Soal gedung itu tugas negara. Terkait mental tentang bencana ini memang tugas guru, tetapi ada keterbatasan. Jadi kami bisa minta tolong ke PMI untuk memulihkan mental siswa di sini,” katanya.

Ketua Komite SD Inpres Madambake, Pedro, mengatakan selama sekitar tiga pekan pascagempa, kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam kondisi terbatas. Warga sekolah sempat berada di lokasi pengungsian dan tidak menetap di satu tempat.

Bahkan, proses pembelajaran dilakukan di ruang terbuka, termasuk di bawah pohon mangga.

“Jangan sampai anak-anak itu dibiarkan saja. Tiga minggu terakhir warga sekolah tidak statis di tempat, tetapi di pengungsian. Kami sangat terharu melihat mereka belajar di bawah pohon mangga,” ujar Pedro.

Ia berharap adanya sosialisasi dan pendampingan untuk penguatan psikologis siswa setelah mengalami bencana. Selain itu, kebutuhan terpal untuk kelas darurat sebelumnya juga menjadi kendala bagi sekolah.

“Kami agak bingung bagaimana mendapatkan terpal,” katanya.

Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan bantuan tersebut bermula dari komunikasi antara pihak sekolah dan PMI sekitar tiga hingga empat hari sebelumnya.

“Komunikasi ini tiga sampai empat hari lalu. Ada postingan di grup yang meminta komunikasi dengan PMI. Kurang dari 10 menit kami dihubungi sekolah,” ujar Kristianus.

Setelah berkoordinasi, PMI mengetahui pihak sekolah telah menyiapkan rangka untuk tenda darurat. PMI kemudian membantu menyediakan terpal untuk mendukung proses pembelajaran.

“Kita fasilitasi jika ada sekolah yang membutuhkan terpal atau kebutuhan lainnya untuk menunjang pembelajaran di sekolah,” kata Kristianus.

SD Inpres Madambake merupakan salah satu sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di Kecamatan Nangaroro. Dukungan terhadap kelas darurat diharapkan dapat membantu siswa dan tenaga pendidik melanjutkan kegiatan belajar mengajar di tengah proses pemulihan pascagempa. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama