PASURUAN, Seputarperistiwanews.com — Persiapan pelaksanaan Bimbingan Teknis Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (Bimtek KBBM) PMI Kabupaten Pasuruan 2026 terus dimatangkan. Sejumlah persiapan teknis dibahas dalam pertemuan koordinasi yang digelar Senin malam, 7 September 2026.
Pertemuan berlangsung di Hotel Anugerah, Jalan Dr. Soetomo, Dermo, Bangil, Kabupaten Pasuruan, dengan dihadiri Rifian Rosandy selaku Kasi Pelayanan bersama para pemateri yang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan.
Pembahasan difokuskan pada kesiapan seluruh mekanisme pelaksanaan Bimtek yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 8–10 September 2026. Mulai dari alur kegiatan, pembagian peran, penyampaian materi hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya menjadi bagian yang dikoordinasikan sebelum kegiatan resmi dimulai.
Rifian Rosandy mengatakan, koordinasi tersebut penting dilakukan untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait pelaksanaan kegiatan.
“Dalam pertemuan kali ini, kami membahas seluruh mekanisme kegiatan yang akan digelar pada 8–10 September mendatang,” ujar Rifian.
Menurutnya, kesiapan panitia dan pemateri menjadi salah satu faktor penting agar rangkaian Bimtek dapat berjalan tertib, efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Bimtek KBBM PMI Kabupaten Pasuruan 2026 menghadirkan dua pemateri dari jajaran PMI yang memiliki pengalaman di bidang masing-masing.
Mereka adalah Andris Rufianto, Kepala Bidang Pelayanan PMI Provinsi Jawa Timur, serta Amirul Yasin, Kepala Bidang Administrasi PMI Kabupaten Malang.
Kehadiran kedua pemateri tersebut diharapkan mampu memberikan tambahan wawasan, pengetahuan dan pengalaman kepada peserta, khususnya dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Bimtek KBBM tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pembekalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengenali risiko serta mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
Konsep Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM) menempatkan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam upaya pengurangan risiko bencana. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, masyarakat diharapkan mampu melakukan tindakan awal secara tepat sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana.
Rangkaian kegiatan yang akan dimulai Selasa, 8 September 2026, tersebut diharapkan dapat memberikan bekal praktis sekaligus memperkuat semangat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan. (ARYA)

