Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — 600 santri Dalwa mengikuti kegiatan bakti sosial Camp Maulid Pondok Pesantren Dalwa Ba’alawi di Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut mengajak para santri membersihkan sejumlah tempat ibadah dan lingkungan desa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan titik awal di Lapangan Desa Pandean. Para santri berkumpul sebelum mengikuti pelepasan menuju sejumlah lokasi yang telah ditentukan untuk melaksanakan kerja bakti. Panitia mengarahkan santri untuk membersihkan masjid, musala, serta lingkungan di sekitar permukiman warga.
Kegiatan bakti sosial ini menjadi bagian dari rangkaian Camp Maulid Pondok Pesantren Dalwa Ba’alawi. Selain mengisi masa liburan pondok dengan kegiatan positif, agenda tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat Desa Pandean.
Santri Ditandai Balon
Pembukaan kegiatan berlangsung di Lapangan Desa Pandean. Pelepasan balon menjadi simbol dimulainya bakti sosial sekaligus pemberangkatan para santri menuju lokasi kerja bakti.
Pelepasan balon dilakukan Ustaz Safarwadi bersama PK Agus Halim selaku Ketua BPD sekaligus tokoh agama dan sejumlah tamu undangan. Setelah prosesi tersebut, para santri bergerak menuju masjid, musala, dan lingkungan yang menjadi lokasi kegiatan.
Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Ustaz Safarwadi, Ustaz Toha, Agus Halim, perwakilan Ansor Mas Hakim, Ustaz Zaenal selaku tokoh agama, serta Satkorkel Banser Ndan Rois.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan masyarakat terhadap kegiatan sosial yang melibatkan para santri. Interaksi langsung antara santri, pengasuh, tokoh masyarakat, dan warga juga menjadi bagian penting dari kegiatan.
Santri Diminta Serius Mengabdi
Ustaz Safarwadi meminta para santri menjalankan kegiatan bakti sosial dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan agar para peserta tidak menjadikan kerja bakti sebagai kegiatan untuk bercanda, tetapi memanfaatkannya sebagai momentum pengabdian kepada masyarakat.
“Dalam acara bakti sosial ini dimohon dilakukan sungguh-sungguh, membersihkan dengan baik, jangan bercanda. Jadikan ini momentum mengabdi kepada masyarakat dan memberikan kesan yang baik di masyarakat,” ujar Ustaz Safarwadi.
Pesan tersebut menjadi penekanan dalam pelaksanaan kegiatan. Para santri diharapkan tidak hanya menyelesaikan pekerjaan kebersihan, tetapi juga menunjukkan sikap disiplin, sopan, dan bertanggung jawab selama berada di lingkungan masyarakat.
Pererat Hubungan Pesantren dan Masyarakat
Bakti sosial Camp Maulid Dalwa Ba’alawi di Desa Pandean juga menjadi sarana membangun kedekatan antara pesantren dan warga. Kegiatan gotong royong memberikan ruang bagi santri untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus mengenal lingkungan di sekitar pondok.
Pengasuh Pondok Pesantren Dalwa Ba’alawi memberikan kegiatan positif kepada para santri selama masa liburan. Melalui kegiatan sosial tersebut, waktu libur tidak hanya diisi dengan aktivitas internal pesantren, tetapi juga dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Para santri melaksanakan pembersihan hingga kegiatan selesai dengan penuh semangat. Mereka membersihkan sejumlah fasilitas ibadah dan lingkungan yang menjadi sasaran bakti sosial.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di kalangan santri. Hubungan baik antara pondok pesantren dan masyarakat pun diharapkan terus terjaga melalui kegiatan-kegiatan sosial serupa.
Bakti sosial Camp Maulid Dalwa Ba’alawi di Desa Pandean menjadi contoh bahwa kegiatan pendidikan pesantren dapat berjalan beriringan dengan pengabdian sosial. Para santri tidak hanya belajar di lingkungan pondok, tetapi juga mendapat pengalaman untuk hadir dan memberikan manfaat secara langsung di tengah masyarakat.(Basir)




