STIT Muhammadiyah Bangil Soroti Pola Pendidikan Religius dan Disiplin di TK PGRI 4 Kolursari BANGIL

 

Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — Komitmen membangun pendidikan karakter sejak usia dini menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 STIT Muhammadiyah Bangil saat melakukan silaturahmi dan wawancara di TK PGRI 4 Kolursari, Jumat (22/5/2026).

Sebanyak 13 mahasiswa KKN hadir dalam kegiatan tersebut untuk menggali lebih dalam pola pendidikan religius dan disiplin yang diterapkan lembaga pendidikan anak usia dini itu. Kegiatan wawancara dilakukan oleh mahasiswa Fathimah Az-zahra, Jamila Tajuddin, dan Faruqi Firdaus bersama Kepala Sekolah, Isfi Hani.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Isfi Hani mengungkap perjalanan sekolah yang dulunya berdiri dengan fasilitas sangat sederhana hingga kini berkembang dan dipercaya masyarakat dengan jumlah peserta didik mencapai sekitar 129 siswa.

“Perkembangan ini tentu tidak instan. Kami berusaha menjaga kualitas pendidikan dan membangun kepercayaan wali murid,” ujar Isfi Hani.

Menurutnya, sekolah tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, namun juga menanamkan pendidikan karakter dan nilai keagamaan kepada peserta didik sejak dini. Setiap hari anak-anak dibiasakan membaca doa, melantunkan Asmaul Husna, belajar mandiri, hingga menerapkan disiplin dalam aktivitas belajar.

Di tengah perkembangan teknologi digital, pihak sekolah juga menaruh perhatian serius terhadap dampak penggunaan gadget pada anak usia dini. Karena itu, komunikasi dengan wali murid terus diperkuat agar pengawasan dan pola pendidikan anak dapat berjalan selaras antara sekolah dan keluarga.

Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bangil menilai pola pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut menjadi contoh penting dalam membangun generasi berkarakter di tengah tantangan zaman modern.

Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa turut menyerahkan cinderamata dan bantuan perlengkapan kebersihan kepada pihak sekolah. Kegiatan itu juga menjadi pengalaman lapangan yang memberi pemahaman langsung mengenai pentingnya sinergi antarguru, pendidikan religius, dan pembentukan karakter dalam dunia pendidikan anak usia dini. (Reza)


Lebih baru Lebih lama