Kelurahan Kalirejo Bangil Tampilkan Inovasi Si Titir


Pasuruan, Seputarperistiwanews.com– Kelurahan Kalirejo Bangil menampilkan inovasi unggulan “Si Titir” dalam lomba Inovasi Pelayanan Masyarakat (INOPAMAS) 2026, di Aula Segoropuro, Kompleks Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusthi, Pasuruan, Rabu (13/05/2026). 

Inovasi ini dipresentasikan oleh Nurwahyudi Anse dan M. Amrullah di hadapan para juri dan penyelenggara BAPPERIDA Kabupaten Pasuruan.

Dalam sesi presentasi, Nurwahyudi Anse dan M. Amrullah menjelaskan mekanisme kerja “Si Titir” yang dirancang sebagai sistem peringatan dini bagi masyarakat ketika potensi bahaya banjir muncul.

Materi yang diserahkan sebelumnya kepada tim penilai memuat pola kerja, sistem komunikasi lingkungan, hingga hasil penerapan inovasi di masyarakat.

“Banyak publik yang salah persepsi, ‘Titir’ bukan kentongan. Titir adalah bunyi bertalu-talu yang terus didengarkan sebagai tanda kewaspadaan,” jelas M. Amrullah kepada peserta dan juri. 

Filosofi ini mengacu pada kebiasaan masyarakat tempo dulu yang menggunakan bunyi berulang sebagai tanda situasi darurat.

Camat Bangil, Eddy Santoso, S.E., M.M., turut hadir dan memberikan apresiasi atas partisipasi Kelurahan Kalirejo. Ia menyebut bahwa inovasi lokal ini memperkuat posisi Kalirejo dalam persaingan menuju enam besar INOPAMAS Kabupaten Pasuruan.

“Karena Kelurahan Kalirejo masih wilayah Kecamatan Bangil, saya bangga dan mendukung partisipasi yang diperjuangkan ini,” ujar Eddy Santoso.

Salah satu keunggulan inovasi ini adalah tidak tergantung sarana atau teknologi modern. Sistem tetap bekerja meski terjadi pemadaman listrik atau gangguan internet. 

Dengan cara sederhana dan mudah dipahami, “Si Titir” diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir dan meningkatkan komunikasi lingkungan yang efektif.

Keunggulan lain terletak pada kemampuannya untuk memberi peringatan cepat secara kolektif, sehingga warga dapat segera melakukan tindakan preventif, mengurangi risiko kerugian materi maupun jiwa.

Penerapan “Si Titir” menunjukkan bahwa inovasi berbasis kearifan lokal dapat menjadi solusi praktis bagi masalah bencana. Dengan sistem ini, masyarakat lebih siap menghadapi potensi banjir tanpa ketergantungan teknologi tinggi.

“Si Titir bukan hanya alat, tapi simbol kepedulian dan kesiapsiagaan komunitas. Harapannya, inovasi ini bisa menjadi teladan bagi kelurahan lain di Kabupaten Pasuruan,” tutup M. Amrullah. (Basir)

Lebih baru Lebih lama