Kalirejo Mantap Menuju Enam Besar INOPAMAS, Inovasi “Si Titir” Dipaparkan di Hadapan Dewan Juri

PASURUAN, Seputarperistiwanews.com — Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Bangil, semakin mantap menapaki persaingan menuju enam besar ajang Inovasi Pelayanan Masyarakat (INOPAMAS) Kabupaten Pasuruan melalui inovasi unggulannya bertajuk “Si Titir”. Presentasi inovasi tersebut digelar di Aula Segoropuro, Kompleks Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusthi, Pasuruan, di hadapan para juri dan penyelenggara dari bidang Inovasi dan Riset BAPPERIDA Kabupaten Pasuruan. Rabu (13/5)

Dalam sesi pemaparan, tim Kelurahan Kalirejo menghadirkan Nurwahyudi Anse dan M. Amrullah sebagai pemateri utama. Keduanya menjelaskan secara detail mekanisme kerja inovasi “Si Titir” yang dirancang sebagai sistem peringatan dini bagi masyarakat ketika potensi bahaya banjir mulai muncul di lingkungan warga.

Materi presentasi yang sebelumnya telah diserahkan kepada tim penilai itu memuat pola kerja, sistem komunikasi lingkungan, hingga hasil penerapan inovasi di masyarakat.

Dukungan juga datang dari Camat Bangil, Eddy Santoso, S.E., M.M., yang turut hadir dalam sesi presentasi tersebut. Ia mengaku bangga atas perjuangan Kelurahan Kalirejo membawa inovasi lokal hingga masuk dalam tahapan penting INOPAMAS.

“Karena Kelurahan Kalirejo masih wilayah Kecamatan Bangil, saya juga turut bangga dan mendukung atas partisipasi yang diperjuangkan ini,” ujar Eddy Santoso.

Sementara itu, M. Amrullah meluruskan persepsi publik terkait istilah “Titir” yang selama ini kerap disalah artikan sebagai "kentongan".

“Banyak publik yang salah persepsi atas ‘Titir’ yang dimaksud itu adalah kentongan. Padahal yang dimaksud Titir adalah suara atau bunyi yang bertalu-talu dan terus menerus didengarkan,” jelas Amrullah di hadapan peserta dan tim penilai.

Menurutnya, filosofi “Si Titir” diambil dari kebiasaan masyarakat tempo dulu yang menggunakan bunyi berulang sebagai tanda kewaspadaan terhadap situasi darurat di lingkungan sekitar. 

Dan salah satu keunggulan "Titir" ini tidak ketergantungan sarana dan teknologi, misal adanya pemadaman listrik ataupun gangguan internet. Melalui inovasi tersebut, Kelurahan Kalirejo berharap mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana banjir sekaligus membangun sistem komunikasi lingkungan yang cepat, sederhana, dan mudah dipahami warga. (ARYA)

Lebih baru Lebih lama