Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — Tim Si TITIR menajamkan kesiapan teknis sekaligus memoles materi presentasi jelang penentuan 6 besar INOPAMAS Kabupaten Pasuruan, dalam sesi pematangan intensif yang digelar di Perumahan D’Graha C.16, Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Kamis (7/5/2026).
Ketua Si TITIR, Nurwahyudi Anse, menjelaskan bahwa inovasi yang diusung timnya mengintegrasikan komunikasi Android dan handy talky dalam satu sistem peringatan dini berbasis RW. Sistem ini diajukan sebagai Early Warning System (EWS) RW Warning System Kalirejo Bangil.
“Intinya pengajuan EWS RW Warning System Kalirejo Bangil. Untuk apa? Untuk peringatan dini. Utamanya, informasi kebencanaan bisa langsung diterima warga melalui aplikasi. Ketika aplikasi dinyalakan, tetap berbunyi dan mengeluarkan suara informasi terbaru, bahkan saat berjalan di latar belakang,” ujar Nurwahyudi.
Sementara itu, anggota tim, Suryo Agung Ruriyanto, memaparkan sisi teknis aplikasi yang digunakan Si TITIR. Ia menyebut sistem bekerja melalui koneksi gateway yang menghubungkan radio komunikasi dengan perangkat Android.
“Aplikasi ini berbasis koneksi gateway yang terhubung antara radio komunikasi dan Android. Setelah dipasang, data bisa di-uninstall, lalu diinstal kembali dengan aplikasi khusus yang terkoneksi ke RPU melalui IP address sendiri,” jelas Suryo.
Ia menambahkan, mekanisme instalasi ulang tersebut merupakan bagian dari sistem keamanan dan pengaturan konektivitas perangkat agar hanya terhubung pada jaringan resmi yang telah ditentukan.
Dengan konsep integrasi radio komunikasi dan aplikasi Android tersebut, Si TITIR optimistis mampu menembus 6 besar INOPAMAS Kabupaten Pasuruan. Inovasi ini dinilai praktis, murah, dan relevan untuk diterapkan di tingkat RW sebagai sistem peringatan dini berbasis masyarakat. (ARYA)


