Sanca 2,5 Meter Dievakuasi dari Permukiman Manyar Dini Hari

 

Surabaya, Seputarperistiwanews.com — Kepanikan melanda warga Manyar Tegal, Kelurahan Manyar Sabrangan, Surabaya, Jumat (3/4/2026) dini hari. Seekor ular sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang kurang lebih 2,5 meter ditemukan sedang memangsa hewan ternak milik warga sekitar pukul 01.00 WIB.

Ukuran ular yang besar dan posisinya yang berada di tengah permukiman padat penduduk membuat warga khawatir akan potensi bahaya terhadap keselamatan. Penemuan itu sontak mengundang perhatian warga yang kemudian berinisiatif melakukan pengamanan sambil menghubungi pihak yang berpengalaman.

Proses evakuasi dilakukan oleh warga bersama komunitas Reptile Independent Surabaya, di antaranya Mas Wawan dan Mas Aditya. Dengan peralatan seadanya dan penuh kehati-hatian, ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa.

“Ular ditemukan dalam kondisi sedang memangsa ternak. Ukurannya cukup besar, sehingga perlu penanganan yang tepat agar tidak membahayakan warga maupun tim evakuasi,” ujar salah satu relawan di lokasi kejadian.

Setelah berhasil diamankan, ular tersebut rencananya akan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari permukiman warga. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Kemunculan ular sanca di kawasan permukiman dinilai berkaitan dengan siklus alaminya. Saat ini, ular sanca memasuki fase persiapan menuju musim kawin yang umumnya terjadi pada periode Juni hingga Agustus. Pada fase ini, ular cenderung lebih aktif bergerak dan berpindah tempat untuk mencari pasangan maupun wilayah baru.

Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan. Area seperti tumpukan barang, semak-semak, serta saluran air yang tidak terawat berpotensi menjadi tempat persembunyian hewan liar.

“Kebersihan lingkungan sangat penting untuk meminimalisir keberadaan hewan liar di sekitar rumah. Jika menemukan satwa berbahaya, segera hubungi pihak berwenang atau komunitas yang berpengalaman,” tambah relawan tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar masih mungkin terjadi, terutama di wilayah yang berbatasan dengan habitat alami. Kesadaran dan upaya preventif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan bersama. (Andhika)

Lebih baru Lebih lama