Bus Restu Kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Tewas, Belasan Luka-luka

Jombang, Seputarperistiwanews.com – Satu orang tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka dalam kecelakaan tragis yang melibatkan bus PO Restu dengan nomor polisi N-7088-UG di ruas tol Jombang-Mojokerto (Jomo) pada Kamis malam, 2 April 2026. 

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di KM 689 + 500 jalur A, dan menambah daftar panjang insiden lalu lintas di jalur tol tersebut.

Peristiwa ini berawal saat bus yang mengangkut 34 orang, termasuk sopir dan kondektur, melaju dari arah Madiun menuju Surabaya. 

Bus yang dikemudikan oleh Nuril dan dikonduktori oleh Syamsudin (49) ini mengalami kecelakaan tunggal setelah diduga mengalami pecah ban belakang kanan. 

Kejadian tersebut menyebabkan bus oleng ke kanan dan terperosok ke dalam parit median tengah sebelum akhirnya terguling dengan posisi menghadap ke barat.

Menurut keterangan yang diberikan oleh AKP Sudirman, Kanit PJR Jatim III Warugunung, kejadian tersebut terjadi di jalan yang lancar tanpa hambatan berarti, dengan cuaca cerah pada saat itu.

 “Meskipun arus lalu lintas saat itu lancar, kecelakaan ini menyebabkan satu korban meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka,” jelas Sudirman.

Sebagian besar penumpang yang selamat mengalami luka-luka, baik ringan maupun sedang. Mereka segera dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. 

Sementara itu, pihak kepolisian bersama petugas tol dan relawan segera melakukan proses evakuasi dan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.

Sorotan Keselamatan di Ruas Tol Jombang-Mojokerto

Kecelakaan yang melibatkan bus ini kembali menyoroti masalah keselamatan transportasi di ruas tol Jombang-Mojokerto. Jalan tol ini beberapa kali menjadi lokasi kecelakaan serius, terutama yang melibatkan kendaraan berat seperti bus. 

Beberapa pihak berharap agar pihak berwenang segera mengevaluasi dan memperbaiki kondisi infrastruktur serta memastikan pemeliharaan kendaraan transportasi umum agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Pihak berwenang masih melanjutkan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini, termasuk pengecekan kondisi kendaraan dan kemungkinan penyebab pecah ban yang menyebabkan kecelakaan. (Fandi)

Lebih baru Lebih lama