Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bangil dan Beji pada Selasa malam (24/3/2026) memicu banjir di sejumlah titik permukiman. Sejak dini hari, genangan air membuat warga terisolasi di rumah masing-masing dengan akses logistik yang sangat terbatas, terutama kebutuhan makanan siap saji.
Merespons kondisi darurat tersebut, PMI Kabupaten Pasuruan bergerak cepat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pasuruan dengan membantu operasional dapur umum di shelter BPBD di Kalirejo Bangil.
Dapur umum difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir melalui penyediaan nasi bungkus bagi masyarakat di Bangil dan Beji yang kesulitan mendapatkan makanan akibat genangan air.
Sebanyak 5–7 relawan diterjunkan untuk membantu operasional dapur umum tersebut. Para relawan mulai bertugas sejak Rabu, 25 Maret 2026 hingga 27 Maret 2026, dengan kemungkinan perpanjangan masa tugas menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.
Tugas relawan PMI tidak hanya menyiapkan logistik makanan di dapur umum, tetapi juga mendistribusikan langsung nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di Bangil dan Beji.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi bencana, sekaligus memperkuat sinergi antar-lembaga dalam penanganan darurat banjir di Kabupaten Pasuruan.
PMI Kabupaten Pasuruan bersama BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
M. Hafiidh Nafi'an


