SURABAYA, Seputarperistiwanews.com – Sebanyak 1.400 peserta mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) Palang Merah Remaja (PMR) se-Kota Surabaya yang digelar oleh PMI Kota Surabaya dengan dukungan American Red Cross dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies di Universitas Dr. Soetomo, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Urban Heat: Panas Melanda Surabaya, Saatnya PMR Aksi Nyata” tersebut menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko panas ekstrem yang semakin dirasakan di kawasan perkotaan, khususnya di Kota Surabaya.
Ketua panitia menyebutkan, fenomena Urban Heat atau panas perkotaan menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius. Tingginya kepadatan bangunan, minimnya ruang terbuka hijau, serta dampak perubahan iklim menyebabkan suhu udara di wilayah perkotaan meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Kondisi tersebut dapat memicu dehidrasi, kelelahan akibat paparan panas, hingga masalah kesehatan lainnya, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.
Melalui Latgab PMR ini, PMI Kota Surabaya mengajak para anggota PMR untuk memahami dampak panas ekstrem sekaligus mengambil peran sebagai pelopor edukasi dan aksi kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif diselenggarakan selama kegiatan berlangsung, mulai dari Youth Station, Sekolah Siaga Bencana, Orasi Urban Heat, hingga pemutaran video edukasi bertema panas perkotaan yang disiapkan oleh para peserta.
Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan langsung melalui talkshow Urban Heat yang menghadirkan narasumber dari BMKG serta akademisi dari Universitas Airlangga. Dalam sesi tersebut dibahas berbagai aspek terkait fenomena panas perkotaan, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan generasi muda.
Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, mengapresiasi semangat seluruh peserta yang tetap antusias mengikuti kegiatan meski cuaca Surabaya cukup panas.
"Kami mengapresiasi kehadiran dan semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti kegiatan ini di tengah cuaca panas. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang positif bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan diri dan memperkuat jiwa kemanusiaan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pencapaian dalam kegiatan PMR tidak semata diukur dari perolehan piala, melainkan dari proses belajar, kepedulian sosial, dan kesiapan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Meuti Nadia Soraya Bulan mengatakan Latihan Gabungan PMR merupakan ruang bagi anggota PMR untuk mengeksplorasi potensi diri, meningkatkan pengetahuan, serta memperluas wawasan terkait isu-isu kemanusiaan yang berkembang saat ini.
"Melalui kegiatan ini, anggota PMR dapat mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki serta menunjukkan peran positif sebagai anggota PMR. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan sekolah maupun masyarakat," tuturnya.
Melalui semangat “Panas Melanda Surabaya, Saatnya PMR Aksi Nyata”, PMI Kota Surabaya berharap anggota PMR mampu menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko panas ekstrem serta menghadirkan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim. (Hafiidh)

