Menuju Kampus untuk Mengajar, Dosen Unmer Pasuruan Meninggal dalam Kecelakaan Tragis


Pasuruan, Seputarperistiwanews.com — Sebuah kecelakaan tragis menimpa MK (33), seorang dosen di Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan. Senin (16/3)

MK meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak sebuah dump truck yang terparkir di Jalan Raya Bromo, Desa Tebas, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Senin siang.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat Korban yang berusia 33 tahun sedang dalam perjalanan menuju kampus untuk mengajar. 

Sebelumnya, korban berangkat dari rumahnya di Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur, dengan tujuan menghadiri mata kuliah yang dijadwalkan pada pukul 14.00. Dia mengendarai sepeda motor Honda Vario bernopol N 3692 TDL.

Saksi mata, HR (43), yang berada di sekitar lokasi kejadian, menyebutkan bahwa motor yang dikendarai korban melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan menuju utara. 

Saat mendekati lokasi kejadian, motor tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak dump truck bernopol W 8194 UA yang terparkir di pinggir jalan. "Motor melaju cukup kencang, lalu oleng dan langsung menabrak bagian belakang truk," ungkap Hari.

Diduga, Korban sedang mengantuk saat berkendara, sehingga kehilangan kendali atas sepeda motornya. 

Benturan keras menyebabkan tubuh korban terjepit di bagian belakang truk. Proses evakuasi korban cukup sulit karena posisi terjepit, namun warga setempat segera memberikan pertolongan hingga ambulans tiba dan membawa korban  ke rumah sakit.

"Luka korban cukup parah, terutama di bagian kepala. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Ipda Zulkifli, Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota.

Berita duka ini segera menyebar di kalangan civitas akademika Unmer Pasuruan. Wiwin Ariesta, Dosen Fakultas Hukum Unmer, menyatakan bahwa awalnya rekan-rekan dosen mengira korban adalah seorang mahasiswa. 

Namun, setelah identitas korban diketahui, barulah terungkap bahwa korban adalah dosen Kaprodi Rekayasa Perangkat Lunak yang dikenal baik di kampus.

Kecelakaan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan Khoiron, yang kehilangan seorang sosok pengajar yang dedikatif dan penuh semangat. Keluarga besar Unmer Pasuruan turut berduka cita atas peristiwa ini.


Fandi

Lebih baru Lebih lama