PASURUAN, Seputarperistiwanews.com — Terik matahari siang tak menyurutkan langkah para prajurit dan warga yang bahu-membahu di Dusun Ngepreng, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (8/3/2026). Di tanah yang baru digali di pinggir sumur septik, semangat gotong royong menjadi wajah nyata pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan.
Cangkul, sekop, dan ember semen berpindah tangan dari prajurit ke warga. Di lokasi itu, galian tanah mulai membentuk pondasi pembangunan MCK komunal—fasilitas mandi, cuci, dan kakus yang selama ini masih terbatas bagi masyarakat dusun tersebut.
Program ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Ke-127 yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026 di Desa Wonosari. Melalui kegiatan yang dipimpin Dansatgas Letkol Inf Boga Bramiko, M.Han., TNI berupaya meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan dengan warga.
“Pembangunan MCK ini diharapkan membantu masyarakat mendapatkan fasilitas sanitasi yang lebih layak,” ujar salah satu anggota Satgas, Pratu Rudi, di sela pekerjaan.
Ia menilai antusiasme warga menjadi kekuatan utama percepatan pembangunan. Sejak pagi, warga berdatangan membantu mulai dari menggali tanah hingga mencampur adonan semen untuk pembuatan sumur septik.
Di sudut lain lokasi, sejumlah prajurit terlihat membantu proses pengecoran dan pemasangan material beton. Kerja kolektif ini membuat konstruksi perlahan mulai terbentuk, menandai progres pembangunan yang terus bergerak maju.
Tak hanya membangun MCK, TMMD Ke-127 di Desa Wonosari juga mencakup berbagai program lain, di antaranya rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan mushola, renovasi ruang guru SMPN 2 Gondangwetan, hingga pelatihan membatik bagi warga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi.
Menjelang sore, galian semakin dalam dan pondasi mulai tampak kokoh. Satgas TMMD optimistis pembangunan MCK komunal tersebut dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Di Dusun Ngepreng, pembangunan itu bukan sekadar proyek fisik. Di pinggir sumur yang digali bersama, harapan tentang hidup yang lebih sehat perlahan ikut dibangun, seiring kerja keras prajurit dan warga yang manunggal dalam satu tujuan.
Pendim - Arya

