KERIBUTAN DI GILIMANUK: Diduga Travel Gelap Paksa Serobot Antrean, Petugas Jadi Sasaran


GILIMANUK, Seputarperistiwanews.com — Keributan pecah di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Kamis pagi (12/3), setelah sejumlah sopir yang diduga mengoperasikan travel gelap terlibat cekcok hingga perkelahian dengan petugas darat kapal. Insiden ini terjadi di tengah padatnya aktivitas penyeberangan dan memicu gangguan sementara dalam pengaturan antrean kendaraan dan penumpang.

Kericuhan bermula sekitar pukul 07.00 WITA, ketika Dermaga MB (Movable Bridge) yang biasa melayani keberangkatan kapal mendadak tidak dapat beroperasi. Akibatnya, seluruh layanan penyeberangan dialihkan ke Dermaga LCM, yang langsung memicu penumpukan kendaraan di area antrean.

Perubahan mendadak tersebut membuat proses pemuatan kapal dan evakuasi penumpang berjalan lebih lambat. Petugas di lapangan pun segera melakukan pengaturan ulang antrean guna menjaga kelancaran operasional.

Memasuki 07.15 WITA, petugas mulai memperketat pengaturan kendaraan. Kendaraan logistik diprioritaskan untuk menjaga keseimbangan muatan kapal serta memastikan standar keselamatan pelayaran tetap terpenuhi. Sementara itu, kendaraan pribadi dan travel diminta menunggu giliran sesuai antrean.

Namun sekitar 07.30 WITA, situasi mulai memanas. Beberapa kendaraan yang diduga merupakan travel gelap mencoba menerobos antrean dan masuk ke jalur pemuatan kapal. Meski telah diperingatkan berulang kali oleh petugas, sejumlah sopir tetap memaksa melintas.

Ketegangan pun meningkat menjadi adu mulut. Petugas berusaha memberikan penjelasan secara persuasif mengenai prosedur keselamatan dan pengaturan antrean, namun beberapa sopir tetap menolak mematuhi aturan. Situasi akhirnya berubah menjadi perkelahian fisik, bahkan sejumlah petugas dilaporkan sempat menjadi sasaran emosi para sopir.

Sekitar 08.00 WITA, petugas keamanan bergerak cepat untuk melerai keributan yang terjadi di area antrean dermaga. Melalui mediasi langsung di lokasi, situasi berhasil dikendalikan dan aktivitas pelabuhan kembali berjalan kondusif.

Danposal Gilimanuk, Yuli Prasetyo, menjelaskan bahwa keributan tersebut dipicu oleh miskomunikasi di lapangan yang diperparah oleh ketidaktertiban sejumlah sopir yang diduga menjalankan travel tanpa izin resmi.

“Situasi memanas karena ada pihak yang tidak mengikuti pengaturan antrean. Petugas sudah berupaya menjelaskan secara persuasif, namun terjadi kesalahpahaman yang berujung keributan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan menyerobot antrean berpotensi mengganggu kelancaran arus penyeberangan, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik.

Seiring meningkatnya arus perjalanan menjelang Mudik Lebaran 2026, para pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kesabaran dan disiplin dinilai menjadi kunci agar proses penyeberangan berjalan aman dan lancar. Tindakan ceroboh atau memaksakan kehendak hanya berpotensi memperlambat perjalanan serta merugikan banyak pihak.

Pihak berwenang juga diminta memperketat pengawasan terhadap praktik travel gelap yang beroperasi tanpa izin resmi, guna mencegah kejadian serupa terulang serta memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa pelabuhan.

(Fandi)

Lebih baru Lebih lama