Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai kepedulian sosial sekaligus memaknai kewajiban berzakat bagi umat Islam. Melalui pengalaman nyata tersebut, para siswa diajak memahami bahwa Ramadhan tidak hanya diisi dengan ibadah pribadi, tetapi juga dengan kepedulian terhadap sesama.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa didampingi langsung oleh Kepala Sekolah Hj. Lasmi, S.Ag. bersama para guru, yakni Dina Rohmaniah, S.PdI, Mariastuti Ilmi, S.Pd, Ghurrotul Mustafidah, S.Pd, Maslacha, S.Pd, Setyo Budi, S.Pd, dan Rita Sulfiana, S.Pd. Bersama para guru, para siswa secara langsung menyerahkan zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan sekolah.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan pun tampak jelas saat para siswa dengan penuh antusias berjalan bersama membagikan paket zakat kepada warga. Senyum tulus dari para penerima zakat menjadi gambaran nyata bahwa aksi kecil para siswa mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Bagi pihak sekolah, kegiatan ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan juga bagian dari pembelajaran karakter. Para siswa tidak hanya belajar tentang zakat melalui teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui pengalaman tersebut, para siswa diharapkan dapat memahami makna zakat sebagai kewajiban umat Islam sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah Hj. Lasmi, S.Ag. menegaskan bahwa pemahaman tentang zakat perlu ditanamkan sejak dini agar para siswa tumbuh dengan kesadaran beribadah sekaligus memiliki empati terhadap sesama.
"Sebagai Kepala SDN Kersikan II Bangil, saya sangat mendukung kegiatan pengumpulan dan penyaluran Zakat Fitrah di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter bagi peserta didik agar memiliki kepedulian sosial, rasa empati, dan semangat berbagi kepada sesama, jelasnya
“Sejak dini anak-anak perlu memahami bahwa zakat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan, sekaligus menjadi sarana menumbuhkan rasa empati dan kepedulian kepada sesama,” pungkasnya.
Melalui kegiatan pembagian zakat fitrah ini, SDN Kersikan II Bangil berharap dapat melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang peduli, dermawan, dan berakhlak mulia—generasi yang memahami bahwa nilai kemanusiaan dan keimanan harus berjalan seiring dalam kehidupan.
Bambang H


