Surabaya, Seputarperistiwanews.com - Ketua Sarinah Kota Surabaya, Norma Yunita, menghadiri kegiatan sosial “KOPI ROCKER 86 Berbagi Berkah Rockmadhon 2026” yang digelar di markas komunitas KOPI ROCKER 86 di Jalan Kranggan, Surabaya, pada Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus aksi sosial para pecinta musik rock lintas generasi di bulan suci Ramadan.
Ratusan pecinta musik rock dari berbagai daerah di Jawa Timur tampak memadati lokasi kegiatan. Tidak hanya komunitas lokal, sejumlah musisi rock legendaris Surabaya turut hadir meramaikan acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Mereka bersama-sama membagikan ratusan paket takjil hasil donasi kepada pengguna jalan yang melintas, mulai dari pengendara motor, pejalan kaki, hingga pengendara mobil. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan senyum bahagia saat menerima bingkisan takjil untuk berbuka puasa.
Perempuan yang akrab disapa Norma itu juga ikut langsung membagikan takjil kepada masyarakat. Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019–2024 tersebut menyampaikan apresiasinya atas kekompakan komunitas rock yang tidak hanya dikenal dengan musik cadas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia mengaku bangga melihat pecinta rock dari luar kota hingga Surabaya sendiri berkumpul dalam kegiatan berbagi yang penuh makna.
Norma menegaskan bahwa Surabaya pernah menjadi barometer musik rock nasional pada era 1980–2000-an. Ia mengingat bagaimana kota ini melahirkan banyak band rock papan atas yang sukses secara nasional, didukung oleh festival-festival musik rock yang dipelopori promotor legendaris Log Zhelebour. “Pada masa kejayaannya, Surabaya melahirkan band-band hebat seperti Power Metal, Grassrock, Andromeda, dan Boomerang yang merajai panggung nasional,” ujarnya.
Selain pembagian takjil dan buka puasa bersama, kegiatan Rockmadhon ini juga diisi tausiah yang memberikan pesan moral bahwa pecinta musik rock bukan hanya identik dengan distorsi keras, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian sosial. Para peserta turut mendoakan musisi rock yang telah berpulang, sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas komunitas.
Usai rangkaian acara, komunitas rock tidak langsung pulang. Mereka saling bersilaturahmi, melepas rindu antarkomunitas, dan menikmati hiburan musik rock dari para anggota yang tampil sederhana namun penuh semangat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa musik rock tidak hanya menyatukan dalam nada, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
(Ag/SPn)


