Bangil, Seputarperistiwanews.com – Program Stunting terus dilaksanakan di Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil. Sujarno, Kepala Kelurahan Latek, menyampaikan bahwa kegiatan program posyandu stunting di wilayahnya ini rutin dilakukan setiap bulan. Kegiatan tersebut mendukung program yang ada, serta setidaknya mengetahui perkembangan kesehatan warga sejak usia balita, terang Sujarno.
Sementara itu, pembina kesehatan Rinda A.Md., dari tim kesehatan Puskesmas Raci mengedepankan pentingnya makanan bergizi dengan dobel protein hewani, atau yang lebih dikenal dengan sebutan "dobel Prohe." Rinda menegaskan bahwa kategori makanan ini memainkan peran krusial dalam upaya pencegahan stunting pada anak-anak.
Dalam sesi wawancara, Rinda menjelaskan bahwa evaluasi pemeriksaan berkala masih sangat diperlukan untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi yang cukup. "Kesadaran dan perhatian khusus dari orang tua terhadap anak-anak mereka saat makan di rumah sangat berperan penting dalam pencegahan stunting," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kebiasaan orang tua yang sering membiarkan anak makan tanpa pendampingan dapat menghambat asupan nutrisi yang tepat.
Pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak-anak mereka mendapatkan nutrisi yang cukup di rumah tidak bisa diabaikan. "Saat anak-anak makan tanpa pendampingan, risiko mereka tidak mendapatkan nutrisi yang sesuai menjadi lebih besar," tambah Rinda. Oleh karena itu, peran aktif orang tua dalam mendampingi anak-anak saat makan menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan program ini.
Dyan, Kasi PMD (Plt Kasi Kesra) Kelurahan yang ditugaskan mengawal posyandu stunting dari kegiatan yang meliputi penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, berpesan agar masyarakat juga turut berperan aktif selama di rumah. "Dengan pola hidup sehat dan asupan makanan bergizi seimbang, tumbuh kembang anak bisa diketahui secara berkala," ucap Dyan.
Dengan adanya program "dobel Prohe," diharapkan dapat memberikan solusi efektif dalam menekan angka stunting di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya peran mereka dalam menjaga asupan nutrisi anak-anak.
(KIM/Arya)



