Pasuruan, Seputarperistiwanews.com – Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, merupakan wilayah agro industry yang memiliki kerjasama dengan universitas jember dalam kegiatan program pembangunan desa binaan. pada kali ini kelompok riset dan pengabdian masyarakat (KerisDimas) Garuda mengusung tema Tradisional Purufikasi Solusi mengatasi pencemaran air permukaan tanah dalam upaya mencegah gangguan kesehatan akibat lingkungan. Pencemaran air yang disebabkan oleh kegiatan industri dan kepadatan permukiman memiliki risiko terjadinya gangguan kesehatan pada warga terutama sistem kulit dan pencernaan. Kebutuhan air bersih untuk mandi, cuci dan kakus (MCK) bagi warga menjadi prioritas utama. Tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih mengganggu produktivitas warga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. salah satu upaya yang ditawarkan oleh keris dimas garuda berdasarkan hasil kajian untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu penyediaan alat penyaring air dengan menggunakan bahan tradisional yang mudah diperoleh disekitar lingkungan dan proses pembuatan yang begitu mudah diduplikasi.
Program pemurnian air ini mendapat tanggapan positif dari warga dan pemerintah desa, dosen, mahasiswa, ikut terlibat aktif dalam program ini, yang mencakup sosialisasi program, penyuluhan tentang kelayakan air untuk konsumsi, penyuluhan tata kelola air bersih, pelatihan manajemen pengelolaan limbah rumah tangga serta penggunaan metode tradisional purifikasi. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memberikan solusi berkelanjutan serta memberdayakan warga untuk menjaga kesehatan lingkungan mereka.
"Semoga dengan program yang di luncurkan oleh para dosen prodi D3 Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan, dapat membantu warga Desa Mojoparon dalam mengatasi kendala-kendala dan resiko penyakit yang sewaktu-waktu dapat menyerang warga," jelas M. Muizzul Hidayat.
Dengan peluncuran program ini, Desa Mojoparon diharapkan mampu mengatasi masalah pencemaran air yang ada, mengurangi risiko terjadinya penyakit pada sistem kulit maupun pencernaan, serta mewujudkan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh warganya.
Dari perwakilan salah satu warga yang di bawah naungan BPD mengatakan," juga sangat terbantu dan senang dengan adanya bimbingan dari para dosen-dosen keperawatan yang mau memberikan bimbingan kepada warga Desa Mojoparon " ucap M.Saiful.
Pelaksanaan kegiatan ini dimulai bulan Mei sampai bulan Oktober 2024 dan untuk penyerahan alat purifikasi diserahkan oleh KERIS DIMAS GARUDA kemarin pada hari senin kepada pihak Desa Mojoparon (07/10/2024) bertempat di Balai Desa Mojoparon. (Gio)

