BOJONEGORO, Seputarperistiwanews.com – Wakil Bupati Bojonegoro, Dra. Hj. Nurul Azizah, M.M., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STIKes Rajekwesi Bojonegoro dalam acara wisuda yang diselenggarakan pada Rabu (21/10/2026). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran lulusan perguruan tinggi kesehatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Bojonegoro, khususnya di bidang kesehatan.
Momentum wisuda bukan sekadar penanda keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi, melainkan juga awal perjalanan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai profesionalisme dalam kehidupan bermasyarakat.
Wakil Bupati Bojonegoro berpesan agar para lulusan tidak melupakan perjuangan orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka hingga mencapai keberhasilan.
“Anak-anakku yang hari ini diwisuda, ingatlah bahwa perjalanan kalian masih panjang. Berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan jangan lupa membahagiakan orang tua yang telah mengantarkan kalian sampai pada titik ini,” pesannya.
Penguatan Pelayanan Kesehatan Menjadi Prioritas Pembangunan Bojonegoro
Dalam sambutannya, Dra. Hj. Nurul Azizah, M.M., juga memaparkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat sektor kesehatan melalui pengembangan fasilitas pelayanan, peningkatan mutu layanan, dan perluasan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Kabupaten Bojonegoro memiliki sejumlah rumah sakit daerah, yaitu RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Sumberrejo, RSUD Padangan, RSUD Kepohbaru, dan RSUD Temayang. Pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan rumah sakit dengan layanan unggulan kesehatan jiwa di wilayah Kalitidu.
Selain pengembangan fasilitas kesehatan, pemerintah daerah berupaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program pelayanan gratis di puskesmas dan rumah sakit sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengembangan layanan hemodialisis atau cuci darah di rumah sakit, penguatan pelayanan jantung di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dengan dukungan peralatan medis modern, serta kerja sama pelayanan Digital Subtraction Angiography (DSA) bersama Cipto Mangunkusumo menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Bojonegoro.
Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang bagi tenaga kesehatan untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Alumni STIKes Rajekwesi Memiliki Peluang Berkontribusi dalam Dunia Kesehatan
Seiring dengan pengembangan fasilitas dan layanan kesehatan, lulusan STIKes Rajekwesi Bojonegoro diharapkan mampu memanfaatkan peluang yang tersedia dengan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Wakil Bupati Bojonegoro turut menyoroti kontribusi alumni STIKes Rajekwesi dalam dunia kesehatan, termasuk para bidan yang mengabdi di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro. Keberadaan para alumni tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi kesehatan memiliki peran strategis dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah.
Melalui pendidikan yang berkualitas, STIKes Rajekwesi Bojonegoro diharapkan terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Jangan Berhenti Bermimpi, Kesuksesan Adalah Sebuah Proses
Menutup sambutannya, Dra. Hj. Nurul Azizah, M.M., memberikan motivasi kepada para wisudawan agar tidak mudah berkecil hati dalam menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan membutuhkan proses, perjuangan, ketekunan, dan keberanian untuk terus bermimpi.
“Harus bermimpi, karena hidup harus diperjuangkan. Sukses itu berproses. Jangan berkecil hati karena perjalanan masih panjang. Mimpi harus tetap ada dan jangan hanya merasa nyaman dengan keadaan saat ini,” pesannya kepada para lulusan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan meraih cita-cita. Para lulusan diharapkan berani mengambil peluang, menghadapi tantangan, serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja.
Melalui momentum wisuda ini, STIKes Rajekwesi Bojonegoro diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, humanis, dan profesional. Sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati STIKes Rajekwesi Bojonegoro. Teruslah melangkah, berani bermimpi, dan hadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan Kabupaten Bojonegoro. (Hafiidh)

