Bantu Lindungi Warga, PMI Manggarai Distribusikan Kelambu dan Gelar Promkes di Desa Parlando

Manggarai (NTT), Seputarperistiwanews.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai terus memperkuat upaya perlindungan dan kesehatan masyarakat terdampak melalui berbagai layanan kemanusiaan. Kali ini, PMI Manggarai mendistribusikan bantuan kelambu, selimut dan tas siaga sekaligus memberikan layanan Promosi Kesehatan (Promkes) kepada warga di Desa Parlando.

Pemberian kelambu dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat melindungi diri dari gigitan nyamuk, terutama saat beristirahat pada malam hari. 

Melihat banyaknya kelompok rentan di lokasi pengungsian, yaitu lansia, ibu hamil, anak-anak dan balita yang menyebar di 2 titik tenda pengungsian yaitu dusun Piso dan dusun Langkas, tim layanan promosi kesehatan (promkes) juga melihat bahwa banyaknya para pengungsi yang masih menggunakan obat nyamuk yang tidak ramah lingkungan yaitu obat nyamuk bakar.

Tim layanan promkes melihat ini merupakan salah satu pemicu adanya penyakit saat masa tanggap darurat bencana, Oleh karena itu PMI kabupaten Manggarai langsung memberikan edukasi tentang cara penggunaan obat nyamuk yang aman, malaria dan demam berdarah (DBD), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), edukasi tentang cara pemasangan kelambu serta kegunaan tas siaga saat menghadapi bencana.

Personel gabungan yang langsung dikordinir oleh Agung Cahyoko dan Parwaty Mulya Annisa utusan PMI Pusat juga melihat tidak adanya manajemen pengolahan sampah yang baik. dengan adanya dampingan dari 2 orang korp suka relawan (KSR) PMI kabupaten Manggarai, langsung merespon situasi tersebut dengan memberikan wadah penampung sampah (plastik sampah) dan wadah untuk mencuci tangan bagi para pengungsi.

Setelah kegiatan layanan promosi kesehatan berakhir, 2 orang personil korp suka relawan dari PMI juga mendistribusikan bantuan berupa kelambu, selimut dan tas siaga untuk warga Pengungsian di 2 dusun tersebut. 

Dalam laporannya, Rikardus Atu salah satu relawan PMI kabupaten Manggarai menemukan beberapa kelompok rentan, iya juga menjelaskan bahwa pembagian bantuan tersebut berdasarkan data dari tim assessmen dilapangan.

" Ada 3 jenis bantuan yang didistribusikan yaitu kelambu, selimut dan tas siaga dengan jumlah masing-masing sebanyak seratus, dan dibagikan kepada 772 kepala keluarga (KK) dengan total jumlah Jiwa sebanyak 100 jiwa, sisanya dibagikan di masyarakat yang mengungsi mandiri", jelas Ricky.

Di 2 dusun tersebut dia menemukan 7 orang penyandang disabilitas dan 3 orang yang mengidap penyakit kronis.

"Kami menemukan juga ada kelompok rentan di tenda yaitu di dusun Piso ada 1 orang disabilitas dan 1 orang sakit kronis, sedangkan di dusun Langkas ada 6 orang disabilitas dan 2 orang kronis", lanjut Ricky.

Menurut Agung Cahyoko saat memberikan materi, dari dua RT di dusun Langkas dan dusun Piso terdapat banyak ibu hamil balita dan anak-anak hingga lansia yang tergolong kelompok rentan yang harus menjadi layanan prioritas kita, dan kebanyakan warga di desa ini yang masih menggunakan obat nyamuk bakar yang bisa memicu adanya penyakit.

"Beberapa temuan kita saat memberikan layanan adalah banyak warga yang masih menggunakan obat nyamuk bakar dan minimnya wadah penampung sampah, sehingga solusi yang kita ambil adalah sembari mengedukasi kita juga membagikan kelambu dan pelastik sampah", jelas Agung.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam menjaga kesehatan dan menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Viviani Astri, selaku komandan Sibat desa Para Lando juga menyampaikan, "layanan promkes dan pembagian kelambu berlangsung di 2 titik yaitu dusun Piso dan Dusun Langkas, 2 orang korp suka relawan (KSR) PMI kabupaten Manggarai dan 3 orang Sibat desa Para Lando memberikan bantuan kelambu yang bertujuan untuk mencegah adanya penyakit malaria dan demam berdarah (DBD)", jelas Vivi.

Selain membagikan kelambu, tim PMI juga memberikan edukasi Promkes kepada warga. Edukasi dilakukan dengan menyampaikan informasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang dapat ditularkan melalui nyamuk.

Melalui kegiatan ini, PMI Manggarai tidak hanya hadir dengan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memberikan pengetahuan kesehatan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebelum mendistribusi bantuan ada juga edukasi terkait, cara pemasangan dan manfaat kelambu dari malaria, penggunaan obat nyamuk yang aman yang langsung difasilitasi oleh 2 orang utusan PMI Pusat dan 2 orang KSR ( korp suka relawan) dari PMI kabupaten Manggarai" , lanjut Vivi.

Zaenal Abidin, selaku ketua RT.005 di dusun Langkas juga menjelaskan bahwa masyarakat masih merasakan trauma pascabencana gempa, dan sebelumnya para warganya hanya mengandalkan obat nyamuk bakar saat istirahat malam, iya juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam untuk PMI kabupaten Manggarai yang sudah memperhatikan warganya.

"Sebelumnya kami tidur hanya mengandalkan obat nyamuk bakar untuk menghindari gigitan nyamuk, terima kasih atas untuk PMI karena sudah memperhatikan kebutuhan kami", jelas Zaenal.

Ia juga berharap ada keterlibatan dari lembaga lain dalam melayani kebutuhan seluruh masyarakat Manggarai yang terdampak bencana gempa, serta kondisi dan keadaan kembali normal.

"Harapan saya semoga bukan hanya PMI saja yang prihatin dengan kebutuhan masyarakat Manggarai, mungkin ada dari lembaga-lembaga lain juga yang memberikan layanan serupa sehingga semua masyarakat terhindar dari ancaman penyakit, dan semoga bencana ini cepat berlalu", tutup Zaenal.

PMI Manggarai berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat melalui pelayanan kemanusiaan, edukasi lainnya sesuai dengan kebutuhan warga di wilayah terdampak. (Hafiidh)

Lebih baru Lebih lama